Temuan Struktur Candi Kuno di Malang, Dibangun Mpu Sindok Diwariskan ke Majapahit
Selasa, 10 Juni 2025 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Candi Mataram Kuno Era Mpu Sindok Ditemukan di Malang, Ada Topeng Wajah Manusia dari Gerabah
"Kalau kita lihat ukuran batanya, ada beberapa bata dengan ukuran besar, yang nanti biar mengukur ketebalan bata-batanya, tapi bata-bata ini mirip bata-bata era Sindok," kata Dwi Cahyono, dikonfirmasi pada Selasa (10/6/2025).
Dwi menambahkan, berdasarkan penjelasan Prasasti Wurandungan selain permukiman di wilayah itu juga terdapat bangunan suci.
Namun ia belum bisa memastikan berada di bagian mana bangunan suci tersebut. Sebab sebarannya disebut Dwi cukup luas.
"Di tempat ini sebagai sentrum, yang ada di pohon ini karena paling tinggi tanah gumuk ini. Kalau ini candi itu apakah ini candi induk kita belum tahu, dan temuan yang sekarang bagian mana dari suatu bangunan. Katakanlah itu bangunan suci, itu di bagian mana, kita belum bisa mengatakan itu," terangnya.
Menariknya, situs Wurandungan yang ada di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, itu menyerupai dengan Situs Langlang di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, dan Situs Srigading di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dilihat dari ketebalan dan besarnya batu bata penyusun struktur bangunan.
"Biasanya ketebalan batu batanya 9 - 10 sentimeter, atau bisa lebih tebal di atas 10 (sentimeter) ya, bisa 11 sentimeter. Moga-moga ketemu, tahu ukuran yang masih utuh. Saya sudah tahu sebelumnya bata dengan ukuran tebal yang ada di Balai RW, yang sebelumnya ditemukan," tutur pria yang juga arkeolog itu.
"Kalau kita lihat ukuran batanya, ada beberapa bata dengan ukuran besar, yang nanti biar mengukur ketebalan bata-batanya, tapi bata-bata ini mirip bata-bata era Sindok," kata Dwi Cahyono, dikonfirmasi pada Selasa (10/6/2025).
Dwi menambahkan, berdasarkan penjelasan Prasasti Wurandungan selain permukiman di wilayah itu juga terdapat bangunan suci.
Namun ia belum bisa memastikan berada di bagian mana bangunan suci tersebut. Sebab sebarannya disebut Dwi cukup luas.
"Di tempat ini sebagai sentrum, yang ada di pohon ini karena paling tinggi tanah gumuk ini. Kalau ini candi itu apakah ini candi induk kita belum tahu, dan temuan yang sekarang bagian mana dari suatu bangunan. Katakanlah itu bangunan suci, itu di bagian mana, kita belum bisa mengatakan itu," terangnya.
Menariknya, situs Wurandungan yang ada di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, itu menyerupai dengan Situs Langlang di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, dan Situs Srigading di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dilihat dari ketebalan dan besarnya batu bata penyusun struktur bangunan.
"Biasanya ketebalan batu batanya 9 - 10 sentimeter, atau bisa lebih tebal di atas 10 (sentimeter) ya, bisa 11 sentimeter. Moga-moga ketemu, tahu ukuran yang masih utuh. Saya sudah tahu sebelumnya bata dengan ukuran tebal yang ada di Balai RW, yang sebelumnya ditemukan," tutur pria yang juga arkeolog itu.
Lihat Juga :