Didampingi Mentan Amran, Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung di Kalbar
Kamis, 05 Juni 2025 - 19:03 WIB
loading...
Didampingi Mentan Andi Amran Sulaiman, Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak di Kalimantan Barat. Foto/istimewa
A
A
A
KALBAR - Didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak di Kalimantan Barat. Panen raya tersebut merupakan bagian dari program peningkatan produktivitas pertanian nasional di kuartal II pada 2025.
Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas kemajuan pesat produksi pangan nasional, termasuk jagung yang produksinya meningkat hampir 50% di kuartal pertama 2025.
“Hari ini saya merasa bahagia. Kita sudah melihat tanda-tanda keberhasilan dalam produksi pangan, dan kita tidak boleh cepat puas. Tapi kita juga harus objektif, bahwa hasil nyata telah kita capai. Ini bukan keberhasilan yang jatuh dari langit, tapi hasil dari kerja keras, inisiatif, dan hati yang bersih,” ujar Prabowo di Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (5/6/2025).
Baca juga: Panen Raya, Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung Indonesia ke Malaysia
Panen jagung yang berlangsung di berbagai wilayah di antaranya Jawa Timur, Bengkulu, Sulawesi Selatan dan daerah lainnya merupakan hasil kerja keras lintas sektor, termasuk dukungan strategis dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Keterlibatan aktif institusi-institusi negara dalam pembangunan pangan disebut Prabowo sebagai bagian dari kesadaran kolektif untuk menjadikan Indonesia semakin mandiri. Prabowo juga menyoroti kemajuan signifikan yang diraih Indonesia dalam bidang produksi pangan, khususnya beras dan jagung.
Baca juga: Prabowo: Swasembada Pangan di Depan Mata, Produksi Beras-Jagung Tertinggi Sepanjang Sejarah
Prabowo menyebutkan, dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia berhasil menunjukkan kinerja positif bahkan saat banyak negara lain tengah mengalami krisis pangan, terutama beras.
“Beberapa saat yang lalu, kita melihat keberhasilan kita di bidang pertanian, khususnya, terutamanya di bidang produksi beras. Di saat banyak negara yang sekarang ini kesulitan beras, bukan kita membanggakan diri. Kita jangan jadi bangsa yang sombong,” imbuhnya.
Prabowo menyampaikan optimisme tinggi bahwa pada 2026, Indonesia tidak lagi perlu mengimpor jagung. Dengan produktivitas yang terus meningkat dari rata-rata 4 ton per hektare kini mencapai 6 hingga 8 ton per hektare, artinya Indonesia semakin dekat menuju kemandirian jagung nasional.
“Saya diberi jaminan oleh Menteri Pertanian dan Kapolri bahwa tahun depan, kita tidak lagi impor jagung. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal harga diri dan kemerdekaan bangsa,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyebut keberhasilan ini turut ditopang oleh pemanfaatan benih unggul hasil dalam negeri serta penggunaan pupuk organik yang semakin meluas di kalangan petani. Hal ini dinilai sebagai indikator kuat bahwa Indonesia tidak hanya sedang mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas dalam sektor pertanian. “Benihnya juga benih kita, varietas yang bagus. Pupuknya juga banyak yang organik. Jadi kita sangat bahagia, sangat optimis,” tegasnya.
Presiden menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang berkontribusi besar dalam upaya percepatan ketahanan pangan nasional. “Terima kasih Kapolri, Menteri Pertanian, Gubernur, Menteri Perdagangan, Panglima TNI kerja sama semua unsur. Ini sangat membahagiakan,” ucapnya.
Prabowo menegaskan target Indonesia bukan hanya sebatas swasembada pangan, melainkan menjadi pemain global dalam menjawab krisis pangan dunia. “Cita-cita kita tidak sekadar hanya swasembada pangan. Saya sangat yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia. Kita bisa menjadi solusi bagi masalah banyak negara lain yang sedang dilanda kelaparan dan kekeringan,” ujarnya
Bersamaan, Mentan Amran yang turut mendampingi Presiden mengatakan Kementan berkomitmen dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional salah satunya melalui sinergi strategis dengan Polri. “Ini kerja kolaboratif yang luar biasa. Kapolri, Pak Irwasum, Pak Prof. Deddy, Pak Mendag semua ikut menggerakkan. Ini mimpi besar dari Bapak Presiden yang sedang dijalankan,” katanya.
Tidak hanya jagung, Amran juga menyampaikan stok beras nasional saat ini tinggi mencapai 4 juta ton, tertinggi dalam 50 tahun terakhir sebuah pencapaian yang membanggakan dan mencerminkan kekuatan cadangan pangan nasional.
“Kita akan terus dorong komoditas pangan kita untuk terus meningkat . InsyaAllah, saat ini beras kita aman, jagung juga, kita juga sedang Dorong komoditas lain seperti Kelapa, kakao. Pangan kita aman dan tentu petani makin sejahtera,” ujar Amran.
Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas kemajuan pesat produksi pangan nasional, termasuk jagung yang produksinya meningkat hampir 50% di kuartal pertama 2025.
“Hari ini saya merasa bahagia. Kita sudah melihat tanda-tanda keberhasilan dalam produksi pangan, dan kita tidak boleh cepat puas. Tapi kita juga harus objektif, bahwa hasil nyata telah kita capai. Ini bukan keberhasilan yang jatuh dari langit, tapi hasil dari kerja keras, inisiatif, dan hati yang bersih,” ujar Prabowo di Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (5/6/2025).
Baca juga: Panen Raya, Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung Indonesia ke Malaysia
Panen jagung yang berlangsung di berbagai wilayah di antaranya Jawa Timur, Bengkulu, Sulawesi Selatan dan daerah lainnya merupakan hasil kerja keras lintas sektor, termasuk dukungan strategis dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Keterlibatan aktif institusi-institusi negara dalam pembangunan pangan disebut Prabowo sebagai bagian dari kesadaran kolektif untuk menjadikan Indonesia semakin mandiri. Prabowo juga menyoroti kemajuan signifikan yang diraih Indonesia dalam bidang produksi pangan, khususnya beras dan jagung.
Baca juga: Prabowo: Swasembada Pangan di Depan Mata, Produksi Beras-Jagung Tertinggi Sepanjang Sejarah
Prabowo menyebutkan, dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia berhasil menunjukkan kinerja positif bahkan saat banyak negara lain tengah mengalami krisis pangan, terutama beras.
“Beberapa saat yang lalu, kita melihat keberhasilan kita di bidang pertanian, khususnya, terutamanya di bidang produksi beras. Di saat banyak negara yang sekarang ini kesulitan beras, bukan kita membanggakan diri. Kita jangan jadi bangsa yang sombong,” imbuhnya.
Prabowo menyampaikan optimisme tinggi bahwa pada 2026, Indonesia tidak lagi perlu mengimpor jagung. Dengan produktivitas yang terus meningkat dari rata-rata 4 ton per hektare kini mencapai 6 hingga 8 ton per hektare, artinya Indonesia semakin dekat menuju kemandirian jagung nasional.
“Saya diberi jaminan oleh Menteri Pertanian dan Kapolri bahwa tahun depan, kita tidak lagi impor jagung. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal harga diri dan kemerdekaan bangsa,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyebut keberhasilan ini turut ditopang oleh pemanfaatan benih unggul hasil dalam negeri serta penggunaan pupuk organik yang semakin meluas di kalangan petani. Hal ini dinilai sebagai indikator kuat bahwa Indonesia tidak hanya sedang mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas dalam sektor pertanian. “Benihnya juga benih kita, varietas yang bagus. Pupuknya juga banyak yang organik. Jadi kita sangat bahagia, sangat optimis,” tegasnya.
Presiden menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang berkontribusi besar dalam upaya percepatan ketahanan pangan nasional. “Terima kasih Kapolri, Menteri Pertanian, Gubernur, Menteri Perdagangan, Panglima TNI kerja sama semua unsur. Ini sangat membahagiakan,” ucapnya.
Prabowo menegaskan target Indonesia bukan hanya sebatas swasembada pangan, melainkan menjadi pemain global dalam menjawab krisis pangan dunia. “Cita-cita kita tidak sekadar hanya swasembada pangan. Saya sangat yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia. Kita bisa menjadi solusi bagi masalah banyak negara lain yang sedang dilanda kelaparan dan kekeringan,” ujarnya
Bersamaan, Mentan Amran yang turut mendampingi Presiden mengatakan Kementan berkomitmen dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional salah satunya melalui sinergi strategis dengan Polri. “Ini kerja kolaboratif yang luar biasa. Kapolri, Pak Irwasum, Pak Prof. Deddy, Pak Mendag semua ikut menggerakkan. Ini mimpi besar dari Bapak Presiden yang sedang dijalankan,” katanya.
Tidak hanya jagung, Amran juga menyampaikan stok beras nasional saat ini tinggi mencapai 4 juta ton, tertinggi dalam 50 tahun terakhir sebuah pencapaian yang membanggakan dan mencerminkan kekuatan cadangan pangan nasional.
“Kita akan terus dorong komoditas pangan kita untuk terus meningkat . InsyaAllah, saat ini beras kita aman, jagung juga, kita juga sedang Dorong komoditas lain seperti Kelapa, kakao. Pangan kita aman dan tentu petani makin sejahtera,” ujar Amran.
(cip)
Lihat Juga :