Kaladokgi TNI AL Ungkap Pentingnya Data Antemortem Gigi untuk Forensik
Rabu, 04 Juni 2025 - 16:08 WIB
loading...
Kaladokgi TNI AL R.E Martadinata Laksma TNI Agung Mai Setiana menjadi keynote speech pada 5th Indonesia International Symposium of Forensic Odontology yang diselenggarakan di Bali. Foto/istimewa
A
A
A
BALI - Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI Angkatan Laut (AL) R.E Martadinata menyebut gigi merupakan bagian terkuat dari tubuh manusia yang tahan terhadap proses kehancuran atau pembusukan.
Pada kasus-kasus korban dengan kondisi sulit dikenali, identifikasi dari data catatan gigi merupakan metode yang tinggi tingkat keberhasilannya serta relatif mudah dan murah dibandingkan dengan metode lain seperti pemeriksaan DNA.
Hal itu dipaparkan Kepala Ladokgi (Kaladokgi) TNI AL R.E Martadinata, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Agung Mai Setiana saat memimpin delegasi dokter gigi TNI AL sekaligus keynote speech pada kegiatan 5th Indonesia International Symposium of Forensic Odontology yang diselenggarakan di Bali pada 2-3 Juni 2025.
Baca juga: Ladokgi TNI AL RE Martadinata Sukses Operasi Perdana Bedah Rahang
Simposium internasional ini merupakan agenda rutin dari Ikatan Odontologi Forensik Indonesia (IOFI) yang telah lama bekerja sama dengan Ladokgi R.E Martadinata dalam pengembangan Odontologi Forensik khususnya dalam memberikan pelayanan berupa pencatatan data antemortem bagi prajurit TNI.
“Ladokgi TNI AL R.E Martadinata merupakan institusi pemerintah dalam hal ini TNI yang memiliki perhatian serta program rutin pada bidang Odontologi Forensik yaitu dalam pencatatan data antemortem gigi khususnya bagi para prajurit TNI yang memiliki risiko penugasan yang sangat tinggi,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Baca juga: Mutasi TNI, 9 Pati AL Digeser Jadi Staf Khusus KSAL Ali
Dia menjelaskan, Odontologi Forensik merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran gigi yang memiliki fokus pada aplikasi kedokteran gigi di bidang forensik meliputi, penggunaan catatan gigi (dental record) sebagai data primer pada bidang kedokteran gigi forensik baik pada proses identifikasi korban meninggal maupun pada pembuktian kasus kriminal.
Dalam kegiatan kali ini, delegasi dokter gigi TNI AL juga mengirim materi oral presentation yang dibawakan oleh Kolonel Laut (K) Yun Mukmin Akbar, dan poster presentation oleh Kapten Laut (K) Tendi Fauzi.
Pada kasus-kasus korban dengan kondisi sulit dikenali, identifikasi dari data catatan gigi merupakan metode yang tinggi tingkat keberhasilannya serta relatif mudah dan murah dibandingkan dengan metode lain seperti pemeriksaan DNA.
Hal itu dipaparkan Kepala Ladokgi (Kaladokgi) TNI AL R.E Martadinata, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Agung Mai Setiana saat memimpin delegasi dokter gigi TNI AL sekaligus keynote speech pada kegiatan 5th Indonesia International Symposium of Forensic Odontology yang diselenggarakan di Bali pada 2-3 Juni 2025.
Baca juga: Ladokgi TNI AL RE Martadinata Sukses Operasi Perdana Bedah Rahang
Simposium internasional ini merupakan agenda rutin dari Ikatan Odontologi Forensik Indonesia (IOFI) yang telah lama bekerja sama dengan Ladokgi R.E Martadinata dalam pengembangan Odontologi Forensik khususnya dalam memberikan pelayanan berupa pencatatan data antemortem bagi prajurit TNI.
“Ladokgi TNI AL R.E Martadinata merupakan institusi pemerintah dalam hal ini TNI yang memiliki perhatian serta program rutin pada bidang Odontologi Forensik yaitu dalam pencatatan data antemortem gigi khususnya bagi para prajurit TNI yang memiliki risiko penugasan yang sangat tinggi,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Baca juga: Mutasi TNI, 9 Pati AL Digeser Jadi Staf Khusus KSAL Ali
Dia menjelaskan, Odontologi Forensik merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran gigi yang memiliki fokus pada aplikasi kedokteran gigi di bidang forensik meliputi, penggunaan catatan gigi (dental record) sebagai data primer pada bidang kedokteran gigi forensik baik pada proses identifikasi korban meninggal maupun pada pembuktian kasus kriminal.
Dalam kegiatan kali ini, delegasi dokter gigi TNI AL juga mengirim materi oral presentation yang dibawakan oleh Kolonel Laut (K) Yun Mukmin Akbar, dan poster presentation oleh Kapten Laut (K) Tendi Fauzi.
(cip)
Lihat Juga :