Program Prioritas 100 Hari Kerja Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Berjalan Sukses
Selasa, 03 Juni 2025 - 14:38 WIB
loading...
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dinilai sukses memimpin. Foto/istimewa
A
A
A
KALTENG - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dinilai sukses memimpin Pemerintah Provinsi Kalteng . Selama 100 hari kerja dari 20 Februari hingga 30 Mei 2025, seluruh program prioritas yang dirancang berjalan sukses dengan tingkat keberhasilan 100%.
“Bisa kami sampaikan, delapan program prioritas 100 hari kerja Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur sudah diselesaikan dengan capaian keberhasilan 100 persen lebih,” kata Gubernur Agustiar Sabran, di Palangka Raya, Selasa (3/6/2025).
Agustiar menyebut, program pertama penyelarasan antara program daerah dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak lima program nasional telah diintegrasikan, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, Cetak Sawah/Lumbung Pangan Nasional, dan Pencegahan Stunting.
Baca juga: Selesai Ikuti Retret, Agustiar dan Edy Pratowo Langsung Kebut Program Prioritas
Terkait MBG, kata Agustiar, pihaknya telah membentuk empat unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melayani 55 sekolah dan dua puskesmas, yang menjangkau sekitar 15.000 siswa dan ibu hamil menyusui.
“Untuk program Sekolah Rakyat, usulan telah disampaikan ke Kementerian Sosial. Sementara untuk Koperasi Merah Putih, sebanyak 99,2% desa dan kelurahan telah melaksanakan musyawarah pembentukan koperasi,” katanya.
Pencetakan sawah seluas 70.635 hektare juga telah dikontrak, mendekati target 85.740 hektare tahun ini, dengan realisasi lahan 5.430 hektare. Selain itu, fasilitas pertanian seperti apartemen ayam, Smart Green House, dan pengering gabah juga dimanfaatkan maksimal.
Baca juga: 12 Mayjen TNI Dipindah Jenderal Agus Subiyanto Akhir Mei 2025, Ini Nama-namanya
Untuk penurunan stunting, prevalensi Kalteng menurun menjadi 22,1%, dan ditargetkan turun lagi menjadi 20,6% pada akhir 2025. “Program kuliah gratis untuk 3.060 orang sudah disalurkan melalui kampus masing-masing. Kami juga mendorong digitalisasi pendidikan hingga ke pelosok dengan dukungan listrik dan internet,” katanya.
Agustiar juga mengtakan, Pemprov Kalteng juga telah memberikan kesehatan gratis kepada 18.214 orang, dan data penerima manfaat telah diintegrasikan dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berbagai layanan spesialistik seperti operasi katarak, bibir sumbing, intervensi jantung anak, hingga pemberian asupan gizi kepada ibu hamil juga dilaksanakan.
"Kita sudah menggelar pasar sembako murah dengan 140.000 paket sembako murah juga telah disalurkan ke 1.432 desa di seluruh Kalimantan Tengah," ungkapnya.
Agustiar mengungkapkan, Pemprov Kalteng sudah memperbaiki ruas Jalan Palangka Raya hingga Kuala Kurun sepanjang 8 Km. Sehingga, mempercepat waktu tempuh menjadi 2,5 jam dari sebelumnya 4 jam. Diharapkan ke depan dapat dicapai dalam 2 jam setelah pengaspalan selesai.
Agustiar menambahkan, Pemprov Kalteng juga sudah menyalurkan daya listrik (APDAL) mencapai 50 desa, dan akan diperluas ke 1.521 desa lainnya. Genset juga disalurkan ke daerah terpencil seperti Desa Lupak Dalam. Internet baru disediakan untuk 50 desa di Palangka Raya dan Katingan.
"Kami ingin membangun Kalteng Maju, Berkah, dan Bermartabat. Tentu, ekonomi rakyat harus ditingkatkan, begitupun soal infrastuktur sebagai penunjang pertumbangan ekonomi," ucapnya.
Pemprov Kalteng juga menerapkan efisiensi anggaran signifikan melalui Surat Edaran Gubernur Nomor 900/004/TAPD/2025, dengan penghematan mencapai Rp272,34 miliar—melebihi target awal Rp167,37 miliar.
Efisiensi ini berasal dari pengurangan perjalanan dinas dan kegiatan seremonial, dan dialihkan ke bidang prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 13 pejabat pimpinan tinggi pratama dilantik dengan prinsip right man on the right place.
Agustiar menyebut telah menyerahkan SK kepada 2.175 orang PPPK tahap I telah mencapai 100%. Untuk pengendalian karhutla dan banjir, 52 kejadian karhutla dan 32 banjir telah ditangani. Sebanyak 77 pos lapangan disiagakan di 14 kabupaten/kota untuk deteksi dini.
“Kami telah melaksanakan apel kesiapsiagaan Karhutla dan menerapkan teknologi satelit untuk mendeteksi potensi bahaya lebih dini,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.
Sementara itu, persiapan implementasi Kartu Huma Betang Sejahtera telah berjalan, dengan cakupan pendidikan, kesehatan, pertanian, nelayan, hingga pasar murah. "Kami berkomitmen agar semua langkah yang telah dilakukan tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kalimantan Tengah,” ucapnya.
“Bisa kami sampaikan, delapan program prioritas 100 hari kerja Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur sudah diselesaikan dengan capaian keberhasilan 100 persen lebih,” kata Gubernur Agustiar Sabran, di Palangka Raya, Selasa (3/6/2025).
Agustiar menyebut, program pertama penyelarasan antara program daerah dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak lima program nasional telah diintegrasikan, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, Cetak Sawah/Lumbung Pangan Nasional, dan Pencegahan Stunting.
Baca juga: Selesai Ikuti Retret, Agustiar dan Edy Pratowo Langsung Kebut Program Prioritas
Terkait MBG, kata Agustiar, pihaknya telah membentuk empat unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melayani 55 sekolah dan dua puskesmas, yang menjangkau sekitar 15.000 siswa dan ibu hamil menyusui.
“Untuk program Sekolah Rakyat, usulan telah disampaikan ke Kementerian Sosial. Sementara untuk Koperasi Merah Putih, sebanyak 99,2% desa dan kelurahan telah melaksanakan musyawarah pembentukan koperasi,” katanya.
Pencetakan sawah seluas 70.635 hektare juga telah dikontrak, mendekati target 85.740 hektare tahun ini, dengan realisasi lahan 5.430 hektare. Selain itu, fasilitas pertanian seperti apartemen ayam, Smart Green House, dan pengering gabah juga dimanfaatkan maksimal.
Baca juga: 12 Mayjen TNI Dipindah Jenderal Agus Subiyanto Akhir Mei 2025, Ini Nama-namanya
Untuk penurunan stunting, prevalensi Kalteng menurun menjadi 22,1%, dan ditargetkan turun lagi menjadi 20,6% pada akhir 2025. “Program kuliah gratis untuk 3.060 orang sudah disalurkan melalui kampus masing-masing. Kami juga mendorong digitalisasi pendidikan hingga ke pelosok dengan dukungan listrik dan internet,” katanya.
Agustiar juga mengtakan, Pemprov Kalteng juga telah memberikan kesehatan gratis kepada 18.214 orang, dan data penerima manfaat telah diintegrasikan dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berbagai layanan spesialistik seperti operasi katarak, bibir sumbing, intervensi jantung anak, hingga pemberian asupan gizi kepada ibu hamil juga dilaksanakan.
"Kita sudah menggelar pasar sembako murah dengan 140.000 paket sembako murah juga telah disalurkan ke 1.432 desa di seluruh Kalimantan Tengah," ungkapnya.
Agustiar mengungkapkan, Pemprov Kalteng sudah memperbaiki ruas Jalan Palangka Raya hingga Kuala Kurun sepanjang 8 Km. Sehingga, mempercepat waktu tempuh menjadi 2,5 jam dari sebelumnya 4 jam. Diharapkan ke depan dapat dicapai dalam 2 jam setelah pengaspalan selesai.
Agustiar menambahkan, Pemprov Kalteng juga sudah menyalurkan daya listrik (APDAL) mencapai 50 desa, dan akan diperluas ke 1.521 desa lainnya. Genset juga disalurkan ke daerah terpencil seperti Desa Lupak Dalam. Internet baru disediakan untuk 50 desa di Palangka Raya dan Katingan.
"Kami ingin membangun Kalteng Maju, Berkah, dan Bermartabat. Tentu, ekonomi rakyat harus ditingkatkan, begitupun soal infrastuktur sebagai penunjang pertumbangan ekonomi," ucapnya.
Pemprov Kalteng juga menerapkan efisiensi anggaran signifikan melalui Surat Edaran Gubernur Nomor 900/004/TAPD/2025, dengan penghematan mencapai Rp272,34 miliar—melebihi target awal Rp167,37 miliar.
Efisiensi ini berasal dari pengurangan perjalanan dinas dan kegiatan seremonial, dan dialihkan ke bidang prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 13 pejabat pimpinan tinggi pratama dilantik dengan prinsip right man on the right place.
Agustiar menyebut telah menyerahkan SK kepada 2.175 orang PPPK tahap I telah mencapai 100%. Untuk pengendalian karhutla dan banjir, 52 kejadian karhutla dan 32 banjir telah ditangani. Sebanyak 77 pos lapangan disiagakan di 14 kabupaten/kota untuk deteksi dini.
“Kami telah melaksanakan apel kesiapsiagaan Karhutla dan menerapkan teknologi satelit untuk mendeteksi potensi bahaya lebih dini,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.
Sementara itu, persiapan implementasi Kartu Huma Betang Sejahtera telah berjalan, dengan cakupan pendidikan, kesehatan, pertanian, nelayan, hingga pasar murah. "Kami berkomitmen agar semua langkah yang telah dilakukan tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kalimantan Tengah,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :