Pengusaha Muda asal Lampung Ini Raup Miliaran Rupiah lewat Inovasi Digital
Senin, 02 Juni 2025 - 21:16 WIB
loading...
Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Feby Eki Prasetyo telah menjadi CEO Fepto Group, perusahaan berbasis teknologi. FOTO/IST
A
A
A
LAMPUNG - Feby Eki Prasetyo, yang dikenal luas dengan nama Fepto, menjadi sorotan setelah sukses meraih pendapatan miliaran rupiah di usia muda. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, pria kelahiran Bandar Lampung, 23 Februari 2000 itu telah menjadi CEO Fepto Group, perusahaan berbasis teknologi yang membawahi bisnis payment gateway, cryptocurrency, digital gaming, hingga pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Perjalanan Fepto menuju kesuksesan tidak diraih dengan mudah. Pada 2020, ia sempat mengalami kerugian besar di dunia cryptocurrency hingga terlilit utang sebesar Rp2 miliar. Namun, dalam waktu hanya tiga bulan, ia berhasil membalikkan keadaan dan melunasi seluruh utangnya.
"Kuncinya adalah keterbukaan terhadap peluang. Saya tidak menutup diri dari hal baru, dan terus belajar," ujar Fepto dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).
Salah satu pencapaiannya adalah peluncuran aplikasi game yang berhasil meraih 1 juta unduhan tanpa iklan digital, berkat strategi pemasaran organik yang ia terapkan.
Fepto yang kini aktif di media sosial dengan akun Instagram dan TikTok juga membagikan tips suksesnya bagi para pemuda yang ingin terjun ke dunia bisnis digital. Pertama, memulai dengan modal kecil. Menurutnya, inovasi dan kreativitas lebih penting daripada modal besar.
"Tak selamanya berbisnis dimulai dengan Rp100 juta, bahkan Rp100.000 pun bisa asal ada kemauan dan tekad," kata Fepto.
Kedua, manfaatkan komunitas dan media sosial. Fepto lebih memilih pendekatan komunitas dan forum sosial untuk membangun awareness tanpa biaya iklan, yang terbukti efektif.
Ketiga, fokus pada inovasi teknologi. Fepto Group saat ini berfokus pada empat pilar utama yakni Trading System, Security System, Payment System, dan Game Development. Inovasi-inovasi ini dirancang untuk mengantisipasi era cashless di tahun 2030.
Keempat, belajar dari kegagalan. Menurutnya, kegagalan adalah pengalaman yang sangat berharga. "Saya pernah bangkrut beberapa kali. Tapi dari situ saya belajar dan bangkit lebih kuat," ujarnya.
Tak hanya membangun bisnis, Fepto juga menjalin kemitraan strategis dengan beberapa broker terkemuka guna mengembangkan sistem trading yang lebih aman, inklusif, dan user-friendly.
"Visi kami adalah menghadirkan teknologi yang bisa diakses siapa saja, sambil mendukung inovasi dari anak muda Indonesia. Mereka butuh dukungan nyata, baik dana maupun fasilitas," tegasnya.
Sebagai founder Finger Payment dan Ring Payment, serta inisiator game development accelerator, Fepto membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk berinovasi dan berkontribusi nyata bagi industri digital Indonesia.
Perjalanan Fepto menuju kesuksesan tidak diraih dengan mudah. Pada 2020, ia sempat mengalami kerugian besar di dunia cryptocurrency hingga terlilit utang sebesar Rp2 miliar. Namun, dalam waktu hanya tiga bulan, ia berhasil membalikkan keadaan dan melunasi seluruh utangnya.
"Kuncinya adalah keterbukaan terhadap peluang. Saya tidak menutup diri dari hal baru, dan terus belajar," ujar Fepto dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).
Salah satu pencapaiannya adalah peluncuran aplikasi game yang berhasil meraih 1 juta unduhan tanpa iklan digital, berkat strategi pemasaran organik yang ia terapkan.
Fepto yang kini aktif di media sosial dengan akun Instagram dan TikTok juga membagikan tips suksesnya bagi para pemuda yang ingin terjun ke dunia bisnis digital. Pertama, memulai dengan modal kecil. Menurutnya, inovasi dan kreativitas lebih penting daripada modal besar.
"Tak selamanya berbisnis dimulai dengan Rp100 juta, bahkan Rp100.000 pun bisa asal ada kemauan dan tekad," kata Fepto.
Kedua, manfaatkan komunitas dan media sosial. Fepto lebih memilih pendekatan komunitas dan forum sosial untuk membangun awareness tanpa biaya iklan, yang terbukti efektif.
Ketiga, fokus pada inovasi teknologi. Fepto Group saat ini berfokus pada empat pilar utama yakni Trading System, Security System, Payment System, dan Game Development. Inovasi-inovasi ini dirancang untuk mengantisipasi era cashless di tahun 2030.
Keempat, belajar dari kegagalan. Menurutnya, kegagalan adalah pengalaman yang sangat berharga. "Saya pernah bangkrut beberapa kali. Tapi dari situ saya belajar dan bangkit lebih kuat," ujarnya.
Ekspansi ke Asia
Pada November 2024, Fepto memulai ekspansi ke pasar Asia, khususnya di sektor digital game dan sistem pembayaran. Bisnisnya kini telah menjangkau Jakarta, Bandung, Lampung, dan Bali, dengan target ekspansi lebih luas ke negara-negara Asia Tenggara.Tak hanya membangun bisnis, Fepto juga menjalin kemitraan strategis dengan beberapa broker terkemuka guna mengembangkan sistem trading yang lebih aman, inklusif, dan user-friendly.
"Visi kami adalah menghadirkan teknologi yang bisa diakses siapa saja, sambil mendukung inovasi dari anak muda Indonesia. Mereka butuh dukungan nyata, baik dana maupun fasilitas," tegasnya.
Sebagai founder Finger Payment dan Ring Payment, serta inisiator game development accelerator, Fepto membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk berinovasi dan berkontribusi nyata bagi industri digital Indonesia.
(abd)
Lihat Juga :