Gelar Reuni Akbar, STAI Sadra: Alumni Punya Peran Penting Dalam Pengembangan Institusi
Minggu, 01 Juni 2025 - 17:59 WIB
loading...
Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra Jakarta menggelar reuni akbar perdana yang mempertemukan seluruh alumni dari berbagai angkatan. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sadra Jakarta menggelar reuni akbar perdana yang mempertemukan seluruh alumni dari berbagai angkatan. Reuni yang berlangsung hangat dan inspiratif ini bertajuk “Merajut Kembali Benang Silaturahmi, Membangun Masa Depan Bersama”.
Reuni ini menjadi medium bagi para alumni untuk menyambung kembali relasi, berbagi kisah, dan menyatukan visi membangun kontribusi bersama. Lebih dari 80 alumni bersama keluarga hadir memenuhi area kampus yang berlokasi di Fatmawati, Jakarta Selatan ini. Tak sekadar pertemuan nostalgia, kegiatan ini dilengkapi dengan bazar UMKM, hiburan, area bermain anak-anak, serta momen pemilihan ketua ikatan alumni (IKA).
Ketua Panitia Dede Jery Adrian mengungkapkan kegiatan ini merupakan buah dari hasrat kolektif alumni yang ingin memiliki ruang silaturahmi lintas generasi.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas kehadiran teman-teman semua. Reuni ini adalah momentum untuk mengingat kembali perjalanan kita, sekaligus merenungkan peran kita terhadap almamater tercinta,” tutur Jery, Minggu (1/6/2025).
Baca juga: 9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar Lengkap 11 PTKN yang Beralih Status
Jerry menambahkan banyak alumni kini telah sukses meniti jalan masing-masing sebagai akademisi, da’i, maupun pengusaha, dan semuanya bermula dari fondasi pendidikan di STAI Sadra.
Ketua STAI Sadra Jakarta Otong Sulaeman, turut menyampaikan sambutan yang membahas tentang arah baru dunia pendidikan tinggi. Otong menekankan pentingnya sistem Outcome-Based Education (OBE) dan keterlibatan alumni dalam ekosistem institusional.
Baca juga: Kapan UM PTKIN 2025 Dibuka? Ini Persyaratan, Alur, dan Biaya Pendaftarannya
“Dalam konteks pendidikan tinggi hari ini, tidak ada lagi konsep mantan mahasiswa. Setelah lulus mahasiswa memiliki keterikatan dengan instansinya. Ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para alumni, untuk terus menjadi bagian dari ekosistem pengembangan institusi,” jelasnya.
Direktur Hikmat Al-Mustafa, Hossein Mottaghi, memberikan penghargaan khusus atas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus menegaskan alumni adalah bagian dari sejarah panjang STAI Sadra.
“Hari ini akan dicatat sebagai hari yang istimewa dalam perjalanan STAI Sadra. Kalian adalah generasi awal yang telah mengukir jejak di tengah masyarakat. Perjalanan kalian tidak berakhir dengan kelulusan, justru dimulai dari sana,” ungkap Mottaghi.
Kesyahduan semakin terasa saat Kholid Al-Walid, Deputi Perguruan Tinggi Hikmat Al-Mustafa, menyampaikan kesan yang mendalam kepada para alumni, yang ia sebut sebagai bagian dari keluarga besar kampus.
“Kalian adalah cahaya-cahaya Sadrian yang sekarang telah tersebar. Apa pun kondisi kalian hari ini, kami tetap bangga. Ini adalah rumah kalian. Datanglah, berbagi cerita dan semangat kepada adik-adik kalian yang masih menempuh pendidikan di sini,” katanya dengan nada penuh kehangatan.
Reuni ini juga menghasilkan kepengurusan alumni baru. Miftah Rozaq terpilih sebagai Ketua IKA STAI Sadra untuk periode 2025–2029, setelah unggul dengan 38 suara atas kandidat lainnya, Fahmi, yang mengumpulkan 8 suara.
Kepengurusan alumni yang terbentuk diharapkan menjadi simpul gerakan kolaboratif lintas sektor, yang menghubungkan lulusan STAI Sadra dengan dunia profesional, sosial, dan dakwah dalam semangat kontribusi dan kebermanfaatan.
Reuni ini menjadi medium bagi para alumni untuk menyambung kembali relasi, berbagi kisah, dan menyatukan visi membangun kontribusi bersama. Lebih dari 80 alumni bersama keluarga hadir memenuhi area kampus yang berlokasi di Fatmawati, Jakarta Selatan ini. Tak sekadar pertemuan nostalgia, kegiatan ini dilengkapi dengan bazar UMKM, hiburan, area bermain anak-anak, serta momen pemilihan ketua ikatan alumni (IKA).
Ketua Panitia Dede Jery Adrian mengungkapkan kegiatan ini merupakan buah dari hasrat kolektif alumni yang ingin memiliki ruang silaturahmi lintas generasi.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas kehadiran teman-teman semua. Reuni ini adalah momentum untuk mengingat kembali perjalanan kita, sekaligus merenungkan peran kita terhadap almamater tercinta,” tutur Jery, Minggu (1/6/2025).
Baca juga: 9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar Lengkap 11 PTKN yang Beralih Status
Jerry menambahkan banyak alumni kini telah sukses meniti jalan masing-masing sebagai akademisi, da’i, maupun pengusaha, dan semuanya bermula dari fondasi pendidikan di STAI Sadra.
Ketua STAI Sadra Jakarta Otong Sulaeman, turut menyampaikan sambutan yang membahas tentang arah baru dunia pendidikan tinggi. Otong menekankan pentingnya sistem Outcome-Based Education (OBE) dan keterlibatan alumni dalam ekosistem institusional.
Baca juga: Kapan UM PTKIN 2025 Dibuka? Ini Persyaratan, Alur, dan Biaya Pendaftarannya
“Dalam konteks pendidikan tinggi hari ini, tidak ada lagi konsep mantan mahasiswa. Setelah lulus mahasiswa memiliki keterikatan dengan instansinya. Ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para alumni, untuk terus menjadi bagian dari ekosistem pengembangan institusi,” jelasnya.
Direktur Hikmat Al-Mustafa, Hossein Mottaghi, memberikan penghargaan khusus atas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus menegaskan alumni adalah bagian dari sejarah panjang STAI Sadra.
“Hari ini akan dicatat sebagai hari yang istimewa dalam perjalanan STAI Sadra. Kalian adalah generasi awal yang telah mengukir jejak di tengah masyarakat. Perjalanan kalian tidak berakhir dengan kelulusan, justru dimulai dari sana,” ungkap Mottaghi.
Kesyahduan semakin terasa saat Kholid Al-Walid, Deputi Perguruan Tinggi Hikmat Al-Mustafa, menyampaikan kesan yang mendalam kepada para alumni, yang ia sebut sebagai bagian dari keluarga besar kampus.
“Kalian adalah cahaya-cahaya Sadrian yang sekarang telah tersebar. Apa pun kondisi kalian hari ini, kami tetap bangga. Ini adalah rumah kalian. Datanglah, berbagi cerita dan semangat kepada adik-adik kalian yang masih menempuh pendidikan di sini,” katanya dengan nada penuh kehangatan.
Reuni ini juga menghasilkan kepengurusan alumni baru. Miftah Rozaq terpilih sebagai Ketua IKA STAI Sadra untuk periode 2025–2029, setelah unggul dengan 38 suara atas kandidat lainnya, Fahmi, yang mengumpulkan 8 suara.
Kepengurusan alumni yang terbentuk diharapkan menjadi simpul gerakan kolaboratif lintas sektor, yang menghubungkan lulusan STAI Sadra dengan dunia profesional, sosial, dan dakwah dalam semangat kontribusi dan kebermanfaatan.
(cip)
Lihat Juga :