Update Tragedi Longsor Gunung Kuda Cirebon, 17 Korban Tewas, 8 Orang Hilang
Sabtu, 31 Mei 2025 - 21:39 WIB
loading...
Tim gabungan berhasil mengevakuasi 3 korban tewas tragedi longsor Gunung Kuda, Cirebon. Sehingga sudah 16 korban tewas ditemukan dan 8 orang masih hilang. Foto/Muslimin
A
A
A
JAKARTA - Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban yang tertimbun longsor Gunung Kuda, Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat. Pada pencairan hari kedua atau Sabtu (31/5/2025), tim gabungan berhasil mengevakuasi 3 korban dalam kondisi meninggal dunia tertimbun longsor material batu.
![Update Tragedi Longsor Gunung Kuda Cirebon, 17 Korban Tewas, 8 Orang Hilang]()
Proses evakuasi korban tragedi longsor Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (31/5/2025). Foto/Muslimin
Kepala Kantor SAR Bandung selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana menjelaskan, ketiga korban yang berhasil dievakuasi itu langsung dibawa ke RSUD Arjawinangun Cirebon.
Baca juga: Pencarian 11 Korban Hilang Terkendala Material Batu Gunung Kuda Rawan Longsor
"Tiga korban berhasil ditemukan tim SAR gabungan. Korban pertama jenis kelamin laki-laki ditemukan pukul 16.36, korban kedua laki-laki ditemukan pukul 17.17, dan korban ketiga pukul 17.20 jenis kelamin laki-laki," kata Ade dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).
Ade menambahkan, dengan tambahan 3 korban itu, artinya 17 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Sementara itu, berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan pukul 17.30 WIB pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari.
"Dalam pencarian 8 orang (berdasarkan informasi keluarga korban yg melapor ke posko Kantor SAR Bandung). Jumlah korban bersifat sementara dan dapat berubah," ujarnya.
Baca juga: Haji Karim dan Manajernya Ditahan Polda Jabar terkait Longsor Gunung Kuda
Sebelumnya, penyidik Polda Jabar menduga terjadi kelalaian dan pelanggaran prosedur dalam penambangan batu di galian C Gunung Kuda, Cirebon. Dua hal tersebut mengakibatkan 16 orang tewas dan 8 orang lainnya masih hilang.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, penyidik telah memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Hendra menyebut saksi yang diperiksa antara lain, Ketua Kepontren Al Azhariyah Abdul Karim dan KTT Kepontren Al Azhariyah Ade Rahman.
"Kemudian, Ali Hayatullah selaku ceker lokasi galian, Kadi Ahdiyat selaku ceker lokasi galian, Arnadi sopir dump truck, dan Sutarjo penerima atau pembeli matrial Gunung Kuda," tutur Hendra, Sabtu (31/5/2025).

Proses evakuasi korban tragedi longsor Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (31/5/2025). Foto/Muslimin
Kepala Kantor SAR Bandung selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana menjelaskan, ketiga korban yang berhasil dievakuasi itu langsung dibawa ke RSUD Arjawinangun Cirebon.
Baca juga: Pencarian 11 Korban Hilang Terkendala Material Batu Gunung Kuda Rawan Longsor
"Tiga korban berhasil ditemukan tim SAR gabungan. Korban pertama jenis kelamin laki-laki ditemukan pukul 16.36, korban kedua laki-laki ditemukan pukul 17.17, dan korban ketiga pukul 17.20 jenis kelamin laki-laki," kata Ade dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).
Ade menambahkan, dengan tambahan 3 korban itu, artinya 17 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Sementara itu, berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan pukul 17.30 WIB pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari.
"Dalam pencarian 8 orang (berdasarkan informasi keluarga korban yg melapor ke posko Kantor SAR Bandung). Jumlah korban bersifat sementara dan dapat berubah," ujarnya.
Baca juga: Haji Karim dan Manajernya Ditahan Polda Jabar terkait Longsor Gunung Kuda
Sebelumnya, penyidik Polda Jabar menduga terjadi kelalaian dan pelanggaran prosedur dalam penambangan batu di galian C Gunung Kuda, Cirebon. Dua hal tersebut mengakibatkan 16 orang tewas dan 8 orang lainnya masih hilang.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, penyidik telah memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Hendra menyebut saksi yang diperiksa antara lain, Ketua Kepontren Al Azhariyah Abdul Karim dan KTT Kepontren Al Azhariyah Ade Rahman.
"Kemudian, Ali Hayatullah selaku ceker lokasi galian, Kadi Ahdiyat selaku ceker lokasi galian, Arnadi sopir dump truck, dan Sutarjo penerima atau pembeli matrial Gunung Kuda," tutur Hendra, Sabtu (31/5/2025).
(shf)
Lihat Juga :