Kisah Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Jadi Pusat Pengajaran Agama Buddha
Jum'at, 30 Mei 2025 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
I-Tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah untuk sarjana Buddha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha.
Selain berita di atas, terdapat berita yang dibawakan oleh I Tsing, dinyatakan bahwa terdapat 1.000 orang pendeta yang berusaha bisa agama Budha pada Sakyakirti, seorang pendeta terkenal di Sriwijaya. Mereka belajar di wilayah Kerajaan Sriwijaya.
Kendati secara ekonomi dan militer kuat, namun tak banyak peninggalan sejarah yang dimiliki Kerajaan Sriwijaya. Hal ini berbeda dengan trah mereka dari Wangsa Sailendra yang berpindah ke Jawa Tengah yang banyak mendirikan peninggalan candi besar, seperti Candi Kalasan, Candi Borobudur, maupun Candi Sewu.
Tercatat, hanya ada beberapa candi-candi Buddha yang berasal dari masa Sriwijaya di Sumatera. Di antaranya Candi Muara Takus, Candi Muaro Jambi, dan Biaro Bahal. Akan tetapi tak seperti candi periode Jawa Tengah yang terbuat dari batu andesit, candi di Sumatera terbuat dari bata merah.
Selain berita di atas, terdapat berita yang dibawakan oleh I Tsing, dinyatakan bahwa terdapat 1.000 orang pendeta yang berusaha bisa agama Budha pada Sakyakirti, seorang pendeta terkenal di Sriwijaya. Mereka belajar di wilayah Kerajaan Sriwijaya.
Kendati secara ekonomi dan militer kuat, namun tak banyak peninggalan sejarah yang dimiliki Kerajaan Sriwijaya. Hal ini berbeda dengan trah mereka dari Wangsa Sailendra yang berpindah ke Jawa Tengah yang banyak mendirikan peninggalan candi besar, seperti Candi Kalasan, Candi Borobudur, maupun Candi Sewu.
Tercatat, hanya ada beberapa candi-candi Buddha yang berasal dari masa Sriwijaya di Sumatera. Di antaranya Candi Muara Takus, Candi Muaro Jambi, dan Biaro Bahal. Akan tetapi tak seperti candi periode Jawa Tengah yang terbuat dari batu andesit, candi di Sumatera terbuat dari bata merah.
(shf)
Lihat Juga :