Pegawai Kejagung Dibacok OTK di Depok, Polres Depok Periksa 7 Saksi
Rabu, 28 Mei 2025 - 08:11 WIB
loading...
Jaksa Agung ST Burhanuddin menjenguk pegawai Pusat Daskrimti Kejagung berinisial DSK (44) yang menjadi korban pembacokan oleh OTK di Jalan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Foto/SindoNews
A
A
A
DEPOK - Polres Depok terus mengusut kasus pembacokan pegawai Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung (Kejagung) berinisial DSK (44) oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di Jalan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Polisi sudah memeriksa 7 saksi dalam kasus ini.
“Yang telah diambil keterangan itu ada sekitar 6 atau 7 orang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Bambang, Rabu (28/5/2025).
Bambang mengaku sudah mengambil keterangan korban di rumah sakit. Dari pengakuan, korban tak memiliki masalah dengan seseorang. "Korban baru saja selesai diambil keterangan di rumah sakit. Nggak, belum, nggak ada (masalah sama seseorang)," jelas dia.
Baca juga: Jenguk Pegawai Kejagung Korban Pembacokan, Ini Pesan Jaksa Agung ke Korps Adhyaksa
Perlu diketahui, peristiwa pembacokan itu terjadi di Jalan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok pada Sabtu, 24 Mei 2025.
Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar menjelaskan peristiwa pembacokan itu bermula saat DSK tengah menuju kediamannya pada Jumat malam. Saat itu korban sempat berhenti untuk berteduh lantaran hujan.
“Saudara DSK pulang dinas dari Pusat Daskrimti Kejaksaan RI, sesampainya di tengah perjalanan terjadi hujan lebat sehingga kemudian saudara DSK berteduh dan minum kopi,” kata Harli, Senin 26 Mei 2025.
Setelah hujan reda korban pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Namun, saat pukul 02.30 WIB ada dua orang tidak dikenal menghampiri korban sambil berteriak dan membacoknya.
Baca juga: 76 Perwira Tinggi TNI Resmi Naik Pangkat, Berikut Daftar Lengkapnya
“Pada saat masih mengendarai sepeda motor dengan kecepatan kurang lebih 60 Km/jam tiba-tiba dari arah depan terdapat 2 orang yang berboncengan langsung mendekat saudara DSK dan sambil berteriak ‘sikaaaatt’ sambil mengayunkan senjata tajam,” ujar dia.
Saat itu pelaku yang diduga berjumlah dua orang mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah pergelangan tangan korban. Saat itu, pelaku sempat mengeluarkan kata ‘mampus lu’ ke arah korban. Usai melakukan aksinya, pelaku meninggalkan lokasi kejadian.
“Sesaat kemudian berteriak kembali ‘mampus lu’ dan kemudian langsung tancap gas tanpa mengikuti kembali saudara DSK,” ungkapnya.
Harli menambahkan, saat dibawa ke rumah sakit, korban melihat ada 2 orang yang mengawasi pergerakan mobil yang membawanya. “Namun pada saat saudara DSK di bawa ke rumah sakit (sekitar 1 Km dari rumahnya), saudara DSK melihat ada 2 orang yang mengawasi pergerakan mobil yang mengantar ke rumah sakit. Namun tidak mengetahui maksud dan tujuannya,” jelas dia.
Akibat dari pembacokan itu, korban mengalami luka berat di bagian pergelangan tangan dan di diagnosa pada jari korban putus dan tidak bisa lagi digerakkan.
“Yang telah diambil keterangan itu ada sekitar 6 atau 7 orang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Bambang, Rabu (28/5/2025).
Bambang mengaku sudah mengambil keterangan korban di rumah sakit. Dari pengakuan, korban tak memiliki masalah dengan seseorang. "Korban baru saja selesai diambil keterangan di rumah sakit. Nggak, belum, nggak ada (masalah sama seseorang)," jelas dia.
Baca juga: Jenguk Pegawai Kejagung Korban Pembacokan, Ini Pesan Jaksa Agung ke Korps Adhyaksa
Perlu diketahui, peristiwa pembacokan itu terjadi di Jalan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok pada Sabtu, 24 Mei 2025.
Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar menjelaskan peristiwa pembacokan itu bermula saat DSK tengah menuju kediamannya pada Jumat malam. Saat itu korban sempat berhenti untuk berteduh lantaran hujan.
“Saudara DSK pulang dinas dari Pusat Daskrimti Kejaksaan RI, sesampainya di tengah perjalanan terjadi hujan lebat sehingga kemudian saudara DSK berteduh dan minum kopi,” kata Harli, Senin 26 Mei 2025.
Setelah hujan reda korban pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Namun, saat pukul 02.30 WIB ada dua orang tidak dikenal menghampiri korban sambil berteriak dan membacoknya.
Baca juga: 76 Perwira Tinggi TNI Resmi Naik Pangkat, Berikut Daftar Lengkapnya
“Pada saat masih mengendarai sepeda motor dengan kecepatan kurang lebih 60 Km/jam tiba-tiba dari arah depan terdapat 2 orang yang berboncengan langsung mendekat saudara DSK dan sambil berteriak ‘sikaaaatt’ sambil mengayunkan senjata tajam,” ujar dia.
Saat itu pelaku yang diduga berjumlah dua orang mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah pergelangan tangan korban. Saat itu, pelaku sempat mengeluarkan kata ‘mampus lu’ ke arah korban. Usai melakukan aksinya, pelaku meninggalkan lokasi kejadian.
“Sesaat kemudian berteriak kembali ‘mampus lu’ dan kemudian langsung tancap gas tanpa mengikuti kembali saudara DSK,” ungkapnya.
Harli menambahkan, saat dibawa ke rumah sakit, korban melihat ada 2 orang yang mengawasi pergerakan mobil yang membawanya. “Namun pada saat saudara DSK di bawa ke rumah sakit (sekitar 1 Km dari rumahnya), saudara DSK melihat ada 2 orang yang mengawasi pergerakan mobil yang mengantar ke rumah sakit. Namun tidak mengetahui maksud dan tujuannya,” jelas dia.
Akibat dari pembacokan itu, korban mengalami luka berat di bagian pergelangan tangan dan di diagnosa pada jari korban putus dan tidak bisa lagi digerakkan.
(cip)
Lihat Juga :