Tes ASN OKU di Tengah COVID, Panitia Siapkan Ruangan Khusus

Selasa, 08 September 2020 - 01:45 WIB
loading...
Tes ASN OKU di Tengah...
Kepala BKPSDM OKU meninjau ruang tes saat dibersihkan. FOTO : MNC Media / Widori Agustino
A A A
BATURAJA - Sebanyak 421 peserta mengikuti tes penerimaan ASN tahap akhir di Ogan Komering Ulu (OKU) . Tes kali ini sangat jauh berbeda. Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) OKU Sumatera Selatan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat saat ujian berlangsung.

Setelah beberapa kali mengalami pengunduran waktu akibat pandemi COVID-19 akhirnya menggelar tes ASN tahap kedua. Tak mau mengambil resiko, BKPSDM OKU menggelar proses tes tersebut dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Jarak saat tes pun diatur satu meter dan salam satu ruangan hanya 45 ruangan.

Bahkan panitia menyiapkan bilik khusus bagi peserta yang dinyatakan mempunyai suhu tinggi saat pemeriksaan.(Baca juga : Honorer di OKU Ditangkap Edarkan Uang Palsu Modus Belanja di Warung )

Selain peserta wajib menjalankan protokol kesehatan, tempat tes pun tak luput dari pengawasan, panitia melakukan sterilisasi sebelum pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan dengan menyemprorkan cairan disinfektan.

Kepala BKPSDM OKU, Mirdaili menjelaskan tes SKB atau tes tahap terakhir tersisa 421 orang, dari jumlah tersebut 23 orang melakukan tes di luar OKU lantaran 23 orang itu bukan merupakan warga OKU. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Dari 421 orang yang ikut tes pemkab oku hanya mengambil 160 orang untuk menjadi ASN.

Dihari terakhir pelaksanaan Mirdaili mengatakan sejauh itu tidak ada kendala. Namun, pola protokol kesehatan sedikit banyak mempengaruhi panitia dan peserta lantaran waktu banyak tersita penerapan protokol kesehatan.

"Pengumuman kalau tidak berubah 30 Oktober mendatang, nanti tahapan 19 oktober menyamakan nilai tabulasi pusat dan daerah," jelas Mirdaili, Senin (7/9/2020).

Sementara itu salah satu peserta mengaku penerapan protokol kesehatan memang sedikit mempengaruhi konsentrasi, namun secara umum mereka menyambut baik lantaran pandemi ini belum berakhir.(Baca juga : Miris, Usai Penguburan Pasien COVID-19 Limbah APD Berserakan )

“Ya memang ketat, tapi ini untuk kebaikan, kami tidak masalah tapi semakin membuat gugup,”jelas Friska, salah satu peserta tes.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Kronologi 16 Tewas Kecelakaan...
Kronologi 16 Tewas Kecelakaan Maut Bus Vs Truk Tangki di Sumsel, Korban Terjepit Dievakuasi
Banjir Melanda Ogan...
Banjir Melanda Ogan Komering Ulu, 450 Jiwa Terdampak
Biadab, OPM Tembak Mati...
Biadab, OPM Tembak Mati ASN di Yahukimo Papua
Kisah Tono Suwarna,...
Kisah Tono Suwarna, Tinggalkan PNS Kini Jadi Petani Sukses Bawang Merah di Jabar
Layanan Publik di Aceh...
Layanan Publik di Aceh Pulih Pascabencana, Safrizal Sebut Kolaborasi Jadi Kunci
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Rekomendasi
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Berita Terkini
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved