Ramalan Jayabaya Zaman Edan: Anak Melawan Ibu, Pergaulan Bebas hingga Soekarno Lengser

Selasa, 27 Mei 2025 - 06:53 WIB
loading...
Ramalan Jayabaya Zaman...
Ramalan Jayabaya menyebut akan banyak orang lupa keluarganya sendiri di akhir zaman hingga lengsernya Presiden Soekarno. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Ramalan Jayabaya menyebut akan banyak orang lupa keluarganya sendiri di akhir zaman. Interaksi orang lupa keluarga ini baik dari ayah lupa anaknya, maupun dari anak yang melawan ibu, hingga menantang ayahnya sendiri.

Pada Ramalan Jayabaya disebutkan ada tiga poin perihal ramalan konon Prabu Jayabaya mulai dari kalimat 'Akeh Bapak Lali Anak' atau banyak ayah lupa anak, 'akeh anak wani ngelawan ibu' atau artinya banyak anak yang bermain melawan ibu, dan satu kalimat ramalan Jayabaya yakni 'Nantang Bapak' yang berarti menantang bapak di zaman akhir yang disebut zaman edan.

Ramalan mengenai banyak ayah lupa anaknya misalnya sudah diramalkan oleh Jayabaya sejak lama dalam Serat Jayabaya, buku ramalan yang tersohor itu. Pesan dari ramalan ini yakni adanya pergaulan bebas yang terjadi di era modern.

Baca juga: 5 Ramalan Jayabaya yang Terjadi di Tahun 2024, Bencana Alam hingga Ketegangan Politik

Memang Jayabaya sudah meramalkan sejak dahulu, Jayabaya pada ramalannya mengatakan, akan datang suatu masa di bumi Nusantara yang dimaksdukan Indonesia, di mana para pemuda dan pemudinya terjerumus ke dalam pergaulan bebas ditandai banyak ayah lupa anak, sebagaimana dikutip dari buku "Misteri Ramalan Jayabaya : Siapa Pemimpin Selanjutnya di Negeri Ini?" dari Petir Abimanyu dikutip SindoNews, Selasa (27/5/2025).

Hal ini mengakibatkan banyak anak lahir tanpa ayah, termasuk banyaknya praktik aborsi, angka bunuh diri bagi wanita karena hamil di luar nikah, penyakit HIV Aids, yang bertebaran di mana-mana, hingga pemerkosaan yang marak terjadi.

Jayabaya juga meramalkan banyak anak di Nusantara atau Indonesia saat ini yang banyak menantang ibunya sendiri. Agaknya cerita Malin Kundang di Sumatera Barat itu bisa menjadi gambaran bagaimana, anak yang melawan ibunya hingga dikutuk menjadi batu.

Baca juga: Ramalan Jayabaya Soal Teknologi Satu Persatu Terbukti Menjadi Kenyataan

Sejak dahulu, Jayabaya sudah meramalkan bahwa kelak akan banyak anak berani melawan ibunya. Makna lain dari ibu ini juga bisa pada melawan Ibu Pertiwi, artinya ramalan ini diartikan sebagai perlawanan rakyat terhadap negara. Contohnya, demonstrasi massa yang menuntut lengsernya presiden, seperti Reformasi 1998. Itulah relevansi dari ramalan Jayabaya, "banyak anak berani melawan ibu".

Nantang bapak sendiri ada yang ditafsirkan ramalan Jayabaya itu sebagai menantang bapak bangsa. Tapi ada makna bapak secara biologis bahwa itu merupakan ayah kandung, atau dapat diartikan juga sebagai bapak bangsa, guru, pendidik, atau orang yang menurunkan ilmu.

Jika dikaitkan dengan prosesi kepemimpinan di Indonesia, maka bapak adalah bapak bangsa, yakni Soekarno yang merupakan Presiden Indonesia pertama. Sejarah Indonesia mencatat bahwa, Presiden Soekarno diturunkan dari jabatannya sebagai presiden pertama.

Penurunan ini tidak terjadi dalam waktu singkat, tetapi perlahan-lahan hingga memakan waktu dua tahun lebih antara 1965 - 1967. Soeharto pun memetik kemenangan - kemenan kecil dengan memainkan pion dan perwira sebelum mengambil langkah untuk mengambil alih kekuasaan.

Sulit dikatakan Jenderal Soeharto mengudeta presiden Soekarno. Sebaliknya, tidak bisa juga disimpulkan jika Jenderal Soeharto sama sekali tidak mengincar jabatan presiden. Kenyataannya, Jenderal Soeharto yang didukung Angkatan Darat, mengisolasi kekuatan politik Presiden Soekarno, mengisolasi Presiden Soekarno dari para pendukungnya, dan akhirnya memaksa Presiden Soekarno meletakkan jabatan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Bersama Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
Roy Suryo Pakai Kaus...
Roy Suryo Pakai Kaus Bertuliskan Raja Jawa saat Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi di PN Surakarta
Kisah 2 Utusan Pajang...
Kisah 2 Utusan Pajang Beri Laporan Palsu ke Sultan Hadiwijaya demi Lindungi Senopati di Mataram
5 Ramalan Jayabaya yang...
5 Ramalan Jayabaya yang Sudah Terjadi, Salah Satunya Pasar Ilang Kumandhang
Kekuasaan hingga Semenanjung...
Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
Cerita Danau Buatan...
Cerita Danau Buatan yang Mengelilingi Megahnya Istana Baru Kerajaan Mataram
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Guru Besar Universitas...
Guru Besar Universitas Jayabaya Tekankan Pentingnya Pergeseran Paradigma dalam Hukum Kepailitan
Kenang KH Abdul Wahab...
Kenang KH Abdul Wahab Hasbullah, Kiai Ma'ruf Amin: Ulama, Negarawan, dan Politisi
Rekomendasi
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Austria Ungguli Yordania...
Austria Ungguli Yordania 1-0 di Babak Pertama, Gol Roket Schmid Jadi Pembeda
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Berita Terkini
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Infografis
10 Khasiat Teh Kelor,...
10 Khasiat Teh Kelor, Melawan Kanker hingga Menurunkan Gula Darah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved