Temuan Komnas HAM: Terjadi Perdebatan sebelum Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut
Jum'at, 23 Mei 2025 - 20:18 WIB
loading...
Ledakan pemusnahan amunisi tidak layak pakai di Garut, Jawa Barat, yang menewaskan 13 orang. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) Uli Parulian Sihombing mengungkap temuan soal peristiwa ledakan pemusnahan amunisi tidak layak pakai di Garut, Jawa Barat, yang menewaskan 13 orang. Menurutnya, sempat terjadi perdebatan sebelum peristiwa tersebut.
Menurutnya, perdebatan terjadi antara Kolonel Cpl Antonius Hermawan dan Rustiawan yang merupakan koordinator pekerja sipil. Perdebatan membahas penanganan sisa detonator.
"Sebelum ledakan, sempat ada perdebatan singkat antara Komandan Gapusmus dengan kordinator pekerja warga atas nama Rustiawan mengenai penanganan detonator sisa tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Rampung Diidentifikasi, 9 Jenazah Warga Korban Ledakan Amunisi Garut Dimakamkan
Menurutnya, biasanya akan ditenggelamkan ke dasar laut untuk mempercepat proses disfungsi. "Namun pada hari tersebut dipilih dengan cara menimbun menggunakan campuran urea," ujarnya.
Uli menjelaskan, saat itu para korban sedang menurunkan sisa detonator yang telah dimasukkan ke dalam drum ke dalam lubang, dengan posisi beberapa orang berada di dalam lubang, sisanya berada di sekitar lubang dan sedang mengangkut material detonator.
"Namun saat proses tersebut, drum yang berisi detonator tersebut tiba-tiba meledak," ujarnya.
Ia melanjutkan, ada 50-an warga berkumpul di lokasi setiap pemusnahan selesai. Tujuannya, untuk mengambil sisa pemusnahan amunisi.
![Temuan Komnas HAM: Terjadi Perdebatan sebelum Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut]()
Anggota Komnas HAM Uli Parulian Sihombing. Foto/Nur Khabibi
"Warga juga sering membawa pulang peti bekas amunisi ke rumah masing-masing untuk digunakan serbaguna," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden ledakan dalam kegiatan pemusnahan amunisi tidak layak pakai terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Sebanyak 13 orang meninggal akibat peristiwa tersebut.
Berikut daftar 13 orang yang menjadi korban ledakan amunisi di Garut:
1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan
2. Mayor Cpl Anda Rohanda
3. Kopda Eri Priambodo
4. Pratu Apriyo Hermawan
5. Agus bin Kasmin.
6. Ipan bin Obur.
7. Anwar bin Inon.
8. lyus Ibing bin Inon.
9. lyus Rizal bin Saepuloh.
10. Toto
11. Dadang.
12. Rustiawan.
13. Endang.
Menurutnya, perdebatan terjadi antara Kolonel Cpl Antonius Hermawan dan Rustiawan yang merupakan koordinator pekerja sipil. Perdebatan membahas penanganan sisa detonator.
"Sebelum ledakan, sempat ada perdebatan singkat antara Komandan Gapusmus dengan kordinator pekerja warga atas nama Rustiawan mengenai penanganan detonator sisa tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Rampung Diidentifikasi, 9 Jenazah Warga Korban Ledakan Amunisi Garut Dimakamkan
Menurutnya, biasanya akan ditenggelamkan ke dasar laut untuk mempercepat proses disfungsi. "Namun pada hari tersebut dipilih dengan cara menimbun menggunakan campuran urea," ujarnya.
Uli menjelaskan, saat itu para korban sedang menurunkan sisa detonator yang telah dimasukkan ke dalam drum ke dalam lubang, dengan posisi beberapa orang berada di dalam lubang, sisanya berada di sekitar lubang dan sedang mengangkut material detonator.
"Namun saat proses tersebut, drum yang berisi detonator tersebut tiba-tiba meledak," ujarnya.
Ia melanjutkan, ada 50-an warga berkumpul di lokasi setiap pemusnahan selesai. Tujuannya, untuk mengambil sisa pemusnahan amunisi.

Anggota Komnas HAM Uli Parulian Sihombing. Foto/Nur Khabibi
"Warga juga sering membawa pulang peti bekas amunisi ke rumah masing-masing untuk digunakan serbaguna," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden ledakan dalam kegiatan pemusnahan amunisi tidak layak pakai terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Sebanyak 13 orang meninggal akibat peristiwa tersebut.
Berikut daftar 13 orang yang menjadi korban ledakan amunisi di Garut:
1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan
2. Mayor Cpl Anda Rohanda
3. Kopda Eri Priambodo
4. Pratu Apriyo Hermawan
5. Agus bin Kasmin.
6. Ipan bin Obur.
7. Anwar bin Inon.
8. lyus Ibing bin Inon.
9. lyus Rizal bin Saepuloh.
10. Toto
11. Dadang.
12. Rustiawan.
13. Endang.
(zik)
Lihat Juga :