Kisah Jenderal Kopassus Lucky Avianto, Ahli Perang Hutan yang Sukses Sikat Belasan OPM
Kamis, 22 Mei 2025 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa di antaranya adalah Operasi Keamanan Maluku dan Operasi Keamanan Aceh, di mana ia menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Koops Habema yang dipimpinnya, merupakan satuan gabungan pasukan khusus dari tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Satuan ini dibentuk untuk menyelaraskan strategi operasi antara TNI dan Polri dalam menangani konflik di Papua.
Anggota Koops Habema terdiri dari prajurit-prajurit pilihan dari satuan elite seperti Kopassus, Kostrad, Marinir, dan Kopasgat.
Dalam sebuah pernyataannya kepada media, Lucky menegaskan bahwa pendekatan TNI di Papua lebih mengutamakan aspek kemanusiaan.
Hal ini sesuai dengan Inpres RI No. 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua, di mana kehadiran TNI tidak hanya bersifat militer, tetapi juga berfokus pada pembangunan sosial dan masyarakat.
Ia menekankan bahwa kehadiran TNI di Papua bertujuan untuk melindungi hak-hak dasar seluruh warga negara, termasuk masyarakat asli Papua.
Selain itu, lanjut Lucky, TNI hadir untuk memastikan rasa aman, keadilan pembangunan, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan.
“Setiap tindakan yang diambil oleh TNI selalu berdasarkan prinsip legalitas, akuntabilitas, dan profesionalitas,” tegas Lucky.
Koops Habema yang dipimpinnya, merupakan satuan gabungan pasukan khusus dari tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Satuan ini dibentuk untuk menyelaraskan strategi operasi antara TNI dan Polri dalam menangani konflik di Papua.
Anggota Koops Habema terdiri dari prajurit-prajurit pilihan dari satuan elite seperti Kopassus, Kostrad, Marinir, dan Kopasgat.
Dalam sebuah pernyataannya kepada media, Lucky menegaskan bahwa pendekatan TNI di Papua lebih mengutamakan aspek kemanusiaan.
Hal ini sesuai dengan Inpres RI No. 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua, di mana kehadiran TNI tidak hanya bersifat militer, tetapi juga berfokus pada pembangunan sosial dan masyarakat.
Ia menekankan bahwa kehadiran TNI di Papua bertujuan untuk melindungi hak-hak dasar seluruh warga negara, termasuk masyarakat asli Papua.
Selain itu, lanjut Lucky, TNI hadir untuk memastikan rasa aman, keadilan pembangunan, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan.
“Setiap tindakan yang diambil oleh TNI selalu berdasarkan prinsip legalitas, akuntabilitas, dan profesionalitas,” tegas Lucky.
Lihat Juga :