Legislator Partai Perindo Lombok Barat Syamsuriansyah Bantu Balita Penderita Gangguan Saraf
Minggu, 18 Mei 2025 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Syamsuriansyah, kasus Deluna bisa jadi hanyalah satu dari sekian banyak yang belum terungkap di Lombok Barat. Syamsuriansyah menduga masih banyak warga lain yang mengalami kondisi serupa, tetapi belum tersentuh perhatian karena lemahnya deteksi dari Dinas Kesehatan. “Kita tidak mau ada Deluna berikutnya, yang kita dapatkan informasinya justru dari media,” tuturnya.
Baca juga: Penuhi Aspirasi Warga Flores Timur, Legislator Partai Perindo Yamin Lewar: Reses Jadi Momen Perjuangkan Suara Rakyat
Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Hasanuddin Makassar ini berharap, sebagai pelayan publik, dinas terkait bisa lebih aktif menyisir dan memantau kondisi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan penanganan khusus.
Syamsuriansyah juga menekankan pentingnya pendekatan yang menyeluruh. Bukan hanya dari sisi medis, tetapi juga dari kondisi lingkungan tempat tinggal warga. Syamsuriansyah juga mengingatkan agar para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tak hanya menunggu instruksi dari kepala daerah.
“Selalu saya katakan kepada teman-teman Dinkes Lombok Barat untuk turun ke lapangan dan melihat langsung kondisinya seperti apa di lapangan, kesehatan lingkungannya sehat atau tidak. Jangan viral dulu baru ditangani,” kata pendiri Politeknik Medica Fatma Husada Mataram ini.
Baca juga: Penuhi Aspirasi Warga Flores Timur, Legislator Partai Perindo Yamin Lewar: Reses Jadi Momen Perjuangkan Suara Rakyat
Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Hasanuddin Makassar ini berharap, sebagai pelayan publik, dinas terkait bisa lebih aktif menyisir dan memantau kondisi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan penanganan khusus.
Syamsuriansyah juga menekankan pentingnya pendekatan yang menyeluruh. Bukan hanya dari sisi medis, tetapi juga dari kondisi lingkungan tempat tinggal warga. Syamsuriansyah juga mengingatkan agar para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tak hanya menunggu instruksi dari kepala daerah.
“Selalu saya katakan kepada teman-teman Dinkes Lombok Barat untuk turun ke lapangan dan melihat langsung kondisinya seperti apa di lapangan, kesehatan lingkungannya sehat atau tidak. Jangan viral dulu baru ditangani,” kata pendiri Politeknik Medica Fatma Husada Mataram ini.
Lihat Juga :