Heroik! 3.000 Pasukan Bone Taklukkan Ratusan Pasukan Meriam Belanda

Kamis, 15 Mei 2025 - 14:49 WIB
loading...
Heroik! 3.000 Pasukan...
Kerajaan Bone di Sulsel memberikan perlawanan heroik kepada Belanda. Tak tanggung-tanggung, perlawanan dengan menyerang beberapa pos buatan Belanda di Pangkajene dan Labbakang. Foto: Ist
A A A
KERAJAANBone di Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan perlawanan heroik kepada Belanda. Tak tanggung-tanggung, perlawanan dengan menyerang beberapa pos buatan Belanda di Pangkajene dan La'bbakang.

Pasukan Bone juga berhasil menduduki Tanete dan mengangkut kembali raja yang telah dipecat oleh Belanda.

Baca juga: Berkuasanya Raja La Maddaremeng Hapus Perbudakan di Kerajaan Bone

Ketika itu pasukan Bone yang berjumlah 3.000 orang mendesak satu detasemen kecil pasukan Belanda yang berada di Pancana. Pasukan Belanda ini tentu saja akan dihancurkan pasukan Bone seandainya tidak dibantu oleh sebuah tembakan dari kapal perang Belanda yang sengaja dikirimkan ke Pantai Bone.

Pada Oktober, pasukan Bone menyaksikan gerakan yang dilakukan pasukan Belanda di bawah pimpinan Kapten Le Clerq, komandan pasukan Belanda di Maros dengan kekuatan 7 opsir, 10 serdadu berkuda, dan membawa 173 meriam sebagaimana dikutip "Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia".

Pasukan ini berkedudukan di Bulu Seppong yang terletak kira-kira 24 km dari Makassar. Gerakan pasukan Belanda dihadang pasukan Bone dan terjadilah pertempuran di antara keduanya. Pada pertempuran ini pasukan Bone memperoleh kemenangan.

Belanda meninggalkan beberapa orang tewas, sebaliknya pasukan Bone berhasil merampas dua pucuk meriam pasukan Belanda. Dengan kemenangannya itu, pasukan Bone menguasai jalan penting yang menghubungkan Makassar dan Maros yang terletak di sebelah utara Makassar.

Keadaan pasukan Bone memang sangat kuat dan mampu melakukan penyerangan yang sangat membahayakan. Kegiatannya untuk menghadapi Belanda tidak dihentikan, bahkan dipergiat.

Para penguasa yang diangkat Belanda diusir dari daerah kekuasaannya seperti yang dilakukannya terhadap diri penguasa di Segeri.

Sejumlah pasukan ekspedisi dikirimkan ke daerah lainnya dan mendekati pos-pos pasukan Belanda di sebelah selatan Bonthain, Bulukumba. Sementara, daerah pengaruh kekuasaan Kerajaan Bone makin meluas dan hampir meliputi seluruh Semenanjung Sulawesi Selatan.

Kondisi ini membuat Belanda makin sulit dan terjepit. Situasi yang membahayakan ini mendorong gubernur jenderal untuk mengerahkan kekuatan militer yang masih ada padanya.

Pos-pos yang masih berada di dalam kekuasaannya diperkuat. Penyerangan terhadap pasukan Bone direncanakan jika musim hujan tiba kelak.

Diawasinya jalan yang menghubungkan Leong-Leong dan Semangi dengan Makassar melalui pendirian 3 benteng yang diperkuat berbagai pasukan bantuan yang telah didatangkan. Demikian pula benteng Belanda di Maros yang dipimpin Mayor van Coeshoors diperkuat dengan 253 serdadu.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Pria Pro-Nazi Hendak...
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Rekomendasi
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved