Waduh, 23 Anggota Puslatda di Jatim Terpapar COVID-19
Senin, 07 September 2020 - 15:20 WIB
loading...
Ketua KONI Jatim, Erlangga Satriagung.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Sebanyak 23 orang anggota program Pemusatan Latihan Daerah ( Puslatda ) Jawa Timur (Jatim) 100/IV terpapar COVID-19. Ke-23 peserta tersebut terdiri dari 13 atlet dan 10 pelatih.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, Erlangga Satriagung mengatakan, 23 kasus COVID-19 ini merupakan hasil kumulatif sejak awal dilakukan tes, berupa rapid test massal kepada sekitar 1.000-an atlet dan pelatih mulai April 2020 sampai terakhir awal September 2020 ini.
"Awalnya 23 peserta itu hasilnya reaktif dulu saat rapid test. Kemudian dipisahkan untuk segera dilakukan tes swab. Ternyata hasilnya positif COVID-19,” aku Erlangga, Senin (7/9/2020).
Semua yang positif COVID-19, lanjut dia, sejak awal statusnya orang tanpa gejala (OTG). Artinya memang kondisi fisiknya bagus dan tidak ada keluhan apapun. Dari total 23 yang positif itu, sekarang sudah ada lima orang yang dinyatakan negatif.
"Setelah diketahui ada 23 yang positif, kami melakukan tes terhadap satu kelompok latihannya, termasuk pada keluarga. Hasilnya tidak ada lagi, ya cuma 23 orang itu yang positif dan sekarang isolasi mandiri karena statusnya OTG," terangnya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, Erlangga Satriagung mengatakan, 23 kasus COVID-19 ini merupakan hasil kumulatif sejak awal dilakukan tes, berupa rapid test massal kepada sekitar 1.000-an atlet dan pelatih mulai April 2020 sampai terakhir awal September 2020 ini.
"Awalnya 23 peserta itu hasilnya reaktif dulu saat rapid test. Kemudian dipisahkan untuk segera dilakukan tes swab. Ternyata hasilnya positif COVID-19,” aku Erlangga, Senin (7/9/2020).
Semua yang positif COVID-19, lanjut dia, sejak awal statusnya orang tanpa gejala (OTG). Artinya memang kondisi fisiknya bagus dan tidak ada keluhan apapun. Dari total 23 yang positif itu, sekarang sudah ada lima orang yang dinyatakan negatif.
"Setelah diketahui ada 23 yang positif, kami melakukan tes terhadap satu kelompok latihannya, termasuk pada keluarga. Hasilnya tidak ada lagi, ya cuma 23 orang itu yang positif dan sekarang isolasi mandiri karena statusnya OTG," terangnya.
Lihat Juga :