Pencopotan Pejabat Istana Singasari oleh Raja Kertanagara Picu Ketidaksukaan Rakyat
Selasa, 13 Mei 2025 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan nama Raganata sudah tidak tercatat dalam piagam Penampihan, yang dikeluarkan pada bulan Kartika tahun 1191 (Oktober-November 1269), yang dikeluarkan Kertanagara. Pada Kidung Harsawijaya pupuh 1/28b sampai 30a, disebut dengan jelas bahwa Prabu Kertanagara melorot Mpu Raganata dari kedudukannya sebagai patih amangkubhumi menjadi ramadhyaksa di Tumapel.
Baca juga: Mengenal Mula-Malurung, Prasasti Tertua Ketiga Warisan Kerajaan Singasari
Arya Wiraraja juga diturunkan jabatannya sebagai demung menjadi adipati di Madura Timur. la tidak senang terhadap pemerintahan Raja Kertanagara. Dikatakan, tan trepti rehing nagari arawat-rawat kewuh. Kelak Arya Wiraraja pula yang akhirnya mengompori Jayakatwang untuk memberontak dan membunuh Kertanagara karena dendamnya.
Tumenggung Wirakreti juga jadi pejabat Istana Singasari yang diturunkan jabatannya. Ia sebelumnya sebagai tumenggung menjadi mantri angabhaya, atau menteri pembantu. Pujangga Santasemereti meninggalkan pura untuk bertapa di hutan. Pupuh 1/82a menguraikan bahwa penurunan Wiraraja dari jabatan demung menjadi adipati sangat melukai hati dan menimbulkan kemarahan.
Dari percakapan antara Wirondaya dengan Raja Jayakatwang, dalam pupuh 2/16a-16b dengan jelas diceritakan, bahwa sejak pemecatan para wreddha mantri dan pengangkatan para yuwa mantri (menteri muda) rakyat tidak senang terhadap sikap Sang Prabu Kertanagara.
Baca juga: Mengenal Mula-Malurung, Prasasti Tertua Ketiga Warisan Kerajaan Singasari
Arya Wiraraja juga diturunkan jabatannya sebagai demung menjadi adipati di Madura Timur. la tidak senang terhadap pemerintahan Raja Kertanagara. Dikatakan, tan trepti rehing nagari arawat-rawat kewuh. Kelak Arya Wiraraja pula yang akhirnya mengompori Jayakatwang untuk memberontak dan membunuh Kertanagara karena dendamnya.
Tumenggung Wirakreti juga jadi pejabat Istana Singasari yang diturunkan jabatannya. Ia sebelumnya sebagai tumenggung menjadi mantri angabhaya, atau menteri pembantu. Pujangga Santasemereti meninggalkan pura untuk bertapa di hutan. Pupuh 1/82a menguraikan bahwa penurunan Wiraraja dari jabatan demung menjadi adipati sangat melukai hati dan menimbulkan kemarahan.
Dari percakapan antara Wirondaya dengan Raja Jayakatwang, dalam pupuh 2/16a-16b dengan jelas diceritakan, bahwa sejak pemecatan para wreddha mantri dan pengangkatan para yuwa mantri (menteri muda) rakyat tidak senang terhadap sikap Sang Prabu Kertanagara.
(cip)
Lihat Juga :