Gempa Bumi M6,2 Guncang Aceh Akibat Aktivitas Deformasi Batuan Dalam Lempeng
Minggu, 11 Mei 2025 - 17:43 WIB
loading...
Gempa bumi berkekuatan M6,2 di Blang Pidie, Aceh Barat Daya, Aceh pada Minggu (11/5/2025) terjadi akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab). Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2 di Blang Pidie, Aceh Barat Daya, Aceh pada Minggu (11/5/2025) sore tadi terjadi akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab). Guncangan gempa dirasakan di hampir seluruh wilayah Aceh hingga Sumatera Utara.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, Minggu (11/5/2025).
Baca juga: Aceh Diguncang Gempa Berkekuatan M6,2
Dia menjelaskan, pada Minggu (11/5/2025) pukul 15.57.43 WIB wilayah Pantai Selatan Aceh Barat Daya, Aceh diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,67° LU ; 96,83° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 23 Km arah baratdaya Blangpidie, Aceh Barat Daya, Aceh pada kedalaman 83 km," tuturnya.
Dia menerangkan, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Aceh Barat Daya dengan skala intensitas V MMI, yang mana getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. Lalu, daerah Aceh Selatan, Nagan Raya, Meulaboh, Subulussalam dengan skala intensitas IV MMI, yang mana bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, Minggu (11/5/2025).
Baca juga: Aceh Diguncang Gempa Berkekuatan M6,2
Dia menjelaskan, pada Minggu (11/5/2025) pukul 15.57.43 WIB wilayah Pantai Selatan Aceh Barat Daya, Aceh diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,67° LU ; 96,83° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 23 Km arah baratdaya Blangpidie, Aceh Barat Daya, Aceh pada kedalaman 83 km," tuturnya.
Dia menerangkan, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Aceh Barat Daya dengan skala intensitas V MMI, yang mana getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. Lalu, daerah Aceh Selatan, Nagan Raya, Meulaboh, Subulussalam dengan skala intensitas IV MMI, yang mana bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Lihat Juga :