None-Zunnun Enggan Pasang Banyak Alat Peraga, Kondisi Warga Jadi Alasan
Senin, 07 September 2020 - 13:58 WIB
loading...
Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH saat mendaftar di KPU Kota Makassar. Foto: SINDOnews/Muhaimin Sunusi
A
A
A
MAKASSAR - Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin NH, tidak memasang banyak alat peraga kampanye . Berbeda dengan kandidat lainnya, yang banner dan balihonya sudah memenuhi ruang-ruang publik.
None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo mengatakan, dirinya maupun Andi Zunnun bukan tidak memiliki kemampuan mencetak banyak banner dan baliho. Tapi, kondisi masyarakat yang saat ini sangat memprihatinkan, membuatnya enggan melakukan hal tersebut.
Baca juga: Imun Dapat Dukungan dari Pengurus DPP Parpol Pengusung
"Sekarang masyarakat kita lagi susah. Ada 14 ribu orang yang kehilangan pekerjaan akibat COVID-19. Di mana empati kita, kalau justru memasang foto-foto dan gambar kita dengan senyum yang lebar di tiang-tiang listrik, di pohon-pohon. Untuk apa? Tiang listrik tidak punya hak pilih," kata None, Senin (7/9/2020).
Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini mengungkapkan, COVID-19 telah mengakibatkan guncangan ekonomi yang luar biasa. Ia mencontohkan, akibat virus tersebut, sekolah diliburkan dan anak-anak belajar online. Di sektor ini saja, menghasilkan ribuan pengangguran.
None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo mengatakan, dirinya maupun Andi Zunnun bukan tidak memiliki kemampuan mencetak banyak banner dan baliho. Tapi, kondisi masyarakat yang saat ini sangat memprihatinkan, membuatnya enggan melakukan hal tersebut.
Baca juga: Imun Dapat Dukungan dari Pengurus DPP Parpol Pengusung
"Sekarang masyarakat kita lagi susah. Ada 14 ribu orang yang kehilangan pekerjaan akibat COVID-19. Di mana empati kita, kalau justru memasang foto-foto dan gambar kita dengan senyum yang lebar di tiang-tiang listrik, di pohon-pohon. Untuk apa? Tiang listrik tidak punya hak pilih," kata None, Senin (7/9/2020).
Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini mengungkapkan, COVID-19 telah mengakibatkan guncangan ekonomi yang luar biasa. Ia mencontohkan, akibat virus tersebut, sekolah diliburkan dan anak-anak belajar online. Di sektor ini saja, menghasilkan ribuan pengangguran.
Lihat Juga :