Punya Kursi di Sulsel, 3 Parpol Ini Malah Jadi Pendukung Bukan Pengusung
Senin, 07 September 2020 - 09:48 WIB
loading...
A
A
A
KPU Gowa mencoret Gerindra dari partai pengusung Adnan-Kio dikarenakan ada perbedaan nama di struktur kepengurusan DPC Gerindra Gowa untuk jabatan sekretaris. Sehingga pihak penyelenggara tak bisa memasukkan Gerindra sebagai pengusung Adnan-Kio.
Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin menuturkan sedianya partainya bisa masuk sebagai pengusung Adnan-Kio. Seandainya KPU membuka sedikit waktu dengan menerima seluruh berkas paslon sambil memberi kesempatan kepada LO untuk melengkapi kekurangan berkas jika memang masih ada yang kurang, hingga waktu yang ditentukan.
"Apalagi di Gowa kan calon tunggal ji. Jadi tidak perlu terlalu tegang dan kaku. Yang jelas KPU tidak melanggar aturan," beber Wawan sapaannya. Baca Juga : Pendaftaran Adnan-Kio, KPU Gowa Tolak Formulir B1-KWK Gerindra
Lanjut Wawan, paslon Adnan-Kio juga telah berupaya keras untuk meloby pihak KPU agar Gerindra masuk sebagai pengusung. Tapi memang KPU yang bersikukuh untuk tidak memberi ruang lagi dan tambahan waktu perbaikan. Padahal jam baru menunjukkan pukul 12.30 siang saat itu.
"Jadi tidak benar Adnan-Kio tidak mau memakai Gerindra seperti (berita) yang tersebar. Namanya paslon jelas dukungan sekecil apapun pasti akan disambut dengan riang gembira. Apalagi dukungan dari pemilik 7 kursi di parlemen Gowa yang terkenal militan dan kita serius untuk itu," jelas Wawan.
Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin menuturkan sedianya partainya bisa masuk sebagai pengusung Adnan-Kio. Seandainya KPU membuka sedikit waktu dengan menerima seluruh berkas paslon sambil memberi kesempatan kepada LO untuk melengkapi kekurangan berkas jika memang masih ada yang kurang, hingga waktu yang ditentukan.
"Apalagi di Gowa kan calon tunggal ji. Jadi tidak perlu terlalu tegang dan kaku. Yang jelas KPU tidak melanggar aturan," beber Wawan sapaannya. Baca Juga : Pendaftaran Adnan-Kio, KPU Gowa Tolak Formulir B1-KWK Gerindra
Lanjut Wawan, paslon Adnan-Kio juga telah berupaya keras untuk meloby pihak KPU agar Gerindra masuk sebagai pengusung. Tapi memang KPU yang bersikukuh untuk tidak memberi ruang lagi dan tambahan waktu perbaikan. Padahal jam baru menunjukkan pukul 12.30 siang saat itu.
"Jadi tidak benar Adnan-Kio tidak mau memakai Gerindra seperti (berita) yang tersebar. Namanya paslon jelas dukungan sekecil apapun pasti akan disambut dengan riang gembira. Apalagi dukungan dari pemilik 7 kursi di parlemen Gowa yang terkenal militan dan kita serius untuk itu," jelas Wawan.
Lihat Juga :