Terapkan Teknologi Biostimulan, Produksi Padi di Karawang Meningkat
Sabtu, 03 Mei 2025 - 13:48 WIB
loading...
A
A
A
Pimpinan Cabang Bulog Karawang Umar Said mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan teknis yang intensif serta pemberian senyawa humat dan biostimulan yang meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Peningkatan produktivitas ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah untuk swasembada pangan dan memenuhi kebutuhan beras nasional.
Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat Muhammad Alexander juga menyebutkan bahwa di Perum BULOG Jawa Barat telah mampu menyerap gabah langsung dari petani sebanyak 252.000 ton gabah atau 55.12 % dari target yang ditetapkan kantor pusat.
Salah seorang petani Eman juga mengaku puas dengan hasil panen kali ini. ”Alhamdulillah setelah memakai produk-produk tersebut hasilnya terlihat, saya berharap bisa menggunakan kembali di musim tanam berikutnya,” ujarnya.
Keberhasilan panen raya di Karawang ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Bulog, pelaku teknologi pertanian dan petani lokal mampu menciptakan lompatan produktivitas yang signifikan. Dengan penerapan pertanian pintar dan presisi berbasis teknologi serta pendampingan intensif, diharapkan model ini dapat direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.
Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat Muhammad Alexander juga menyebutkan bahwa di Perum BULOG Jawa Barat telah mampu menyerap gabah langsung dari petani sebanyak 252.000 ton gabah atau 55.12 % dari target yang ditetapkan kantor pusat.
Salah seorang petani Eman juga mengaku puas dengan hasil panen kali ini. ”Alhamdulillah setelah memakai produk-produk tersebut hasilnya terlihat, saya berharap bisa menggunakan kembali di musim tanam berikutnya,” ujarnya.
Keberhasilan panen raya di Karawang ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Bulog, pelaku teknologi pertanian dan petani lokal mampu menciptakan lompatan produktivitas yang signifikan. Dengan penerapan pertanian pintar dan presisi berbasis teknologi serta pendampingan intensif, diharapkan model ini dapat direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.
(cip)
Lihat Juga :