Bupati Lebak Minta Maaf Kasus Orang Tua Murid Beli Kursi dan Meja
Rabu, 30 April 2025 - 12:58 WIB
loading...
Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya meminta maaf kepada Arta Grace Monica orang tua murid AFY Cristy Nauly pelajar SDN 2 Pasir Tangkil, Warunggunung, Lebak, Banten. Foto/Fariz Abdullah
A
A
A
LEBAK - Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya meminta maaf kepada Arta Grace Monica orang tua murid dari AFY Cristy Nauly pelajar SDN 2 Pasir Tangkil, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten.
Orang nomor 1 di Bumi Multatuli ini juga mengganti uang Arta karena telah diminta untuk mengganti dan membeli meja dan kursi yang rusak di sekolah.
Baca juga: Heboh Orang Tua Murid SD di Lebak Bawa Meja dan Kursi dari Rumah ke Sekolah, Bupati Semprot Disdik
"Atas nama Dinas Pendidikan, atas nama Bupati juga atas nama SDN 2 Pasir Tangkil. Saya juga sudah ganti tadi (uang-red). Pesan saya jangan sampai AFY kehilangan semangat sekolah,"kata Hasbi.
Meski demikian, sebelum permohonan maaf itu dilontarkan oleh mantan anggota DPR RI dua periode ini. Dia sempat berdebat hebat dengan kepala sekolah yang dilaporkan bernama Fifi tersebut.
Hasbi berdebat dengan kepala sekolah yang dinilai telah mempermalukan siswa. Tapi, kepala sekolah merasa sudah menyampaikan imbauan dengan baik. Tetapi, Hasbi memberikan penjelasan terkait teguran yang disampaikan melalui grup WhatsApp.
Baca juga: Heboh Orang Tua Murid SD di Lebak Bawa Meja dan Kursi dari Rumah ke Sekolah untuk KBM Anaknya
“Sekarang saya tanya ke Ibu. Gimana kalau anak Ibu dibegitukan sama kepala sekolahnya?,” tanya Hasbi.
Namun Kepsek beranggapan tidak bermaksud untuk mempermalukan anak yang bersangkutan “Saya menuju ke anaknya, enggak kan Pak,” ucapnya.
Namun Hasbi, memberikan penjelasan bahwa langkah Kepsek tidak dibenarkan karena teguran yang disampaikan melalui grup WhatsApp.
“Bukan masalah anak Ibu salah. Secara anggaran, itu enggak boleh membebani murid dan orangtua murid,” tuturnya.
Dalam perdebatan tersebut, Kepsek menyebutkan bahwa dirinya sama sekali tidak memaksa. “Enggak maksa-maksa, Pak. Kalau memang keberatan, ngomonglah ke sekolah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasbi membacakan isi pesan WhatsApp yang dituliskan oleh Kepsek Pipih bahwa hal tersebut salah. “Ibu Pipih nih ya, saya prihatin dengan tempat duduk ini. Ingin terbaik buat siswanya, tapi untuk merawatnya susah. Ini kemana penyangga mejanya cuma ada sebelah. Entah harus bagaimana,” ucap Hasbi membaca pesan grup WhatsApp.
Kepsek Pipih beranggapan bahwa kejadian tersebut, untuk membuat efek jera agar anak-anak tidak mengulangi tindakan serupa. “Itu tinggal dikasih Bu, pelurusan dididik dengan cara yang baik. Mereka kan siswa kelas berapa? kelas 4 SD,” pungkasnya.
Orang nomor 1 di Bumi Multatuli ini juga mengganti uang Arta karena telah diminta untuk mengganti dan membeli meja dan kursi yang rusak di sekolah.
Baca juga: Heboh Orang Tua Murid SD di Lebak Bawa Meja dan Kursi dari Rumah ke Sekolah, Bupati Semprot Disdik
"Atas nama Dinas Pendidikan, atas nama Bupati juga atas nama SDN 2 Pasir Tangkil. Saya juga sudah ganti tadi (uang-red). Pesan saya jangan sampai AFY kehilangan semangat sekolah,"kata Hasbi.
Meski demikian, sebelum permohonan maaf itu dilontarkan oleh mantan anggota DPR RI dua periode ini. Dia sempat berdebat hebat dengan kepala sekolah yang dilaporkan bernama Fifi tersebut.
Hasbi berdebat dengan kepala sekolah yang dinilai telah mempermalukan siswa. Tapi, kepala sekolah merasa sudah menyampaikan imbauan dengan baik. Tetapi, Hasbi memberikan penjelasan terkait teguran yang disampaikan melalui grup WhatsApp.
Baca juga: Heboh Orang Tua Murid SD di Lebak Bawa Meja dan Kursi dari Rumah ke Sekolah untuk KBM Anaknya
“Sekarang saya tanya ke Ibu. Gimana kalau anak Ibu dibegitukan sama kepala sekolahnya?,” tanya Hasbi.
Namun Kepsek beranggapan tidak bermaksud untuk mempermalukan anak yang bersangkutan “Saya menuju ke anaknya, enggak kan Pak,” ucapnya.
Namun Hasbi, memberikan penjelasan bahwa langkah Kepsek tidak dibenarkan karena teguran yang disampaikan melalui grup WhatsApp.
“Bukan masalah anak Ibu salah. Secara anggaran, itu enggak boleh membebani murid dan orangtua murid,” tuturnya.
Dalam perdebatan tersebut, Kepsek menyebutkan bahwa dirinya sama sekali tidak memaksa. “Enggak maksa-maksa, Pak. Kalau memang keberatan, ngomonglah ke sekolah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasbi membacakan isi pesan WhatsApp yang dituliskan oleh Kepsek Pipih bahwa hal tersebut salah. “Ibu Pipih nih ya, saya prihatin dengan tempat duduk ini. Ingin terbaik buat siswanya, tapi untuk merawatnya susah. Ini kemana penyangga mejanya cuma ada sebelah. Entah harus bagaimana,” ucap Hasbi membaca pesan grup WhatsApp.
Kepsek Pipih beranggapan bahwa kejadian tersebut, untuk membuat efek jera agar anak-anak tidak mengulangi tindakan serupa. “Itu tinggal dikasih Bu, pelurusan dididik dengan cara yang baik. Mereka kan siswa kelas berapa? kelas 4 SD,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :