Ambisi Sultan Amangkurat I Bangun Istana Megah Mengerahkan 300 Ribu Pekerja Kandas Diterjang Banjir Bandang

Kamis, 24 April 2025 - 05:57 WIB
loading...
Ambisi Sultan Amangkurat...
Ambisi penguasa Kerajaan Mataram Sultan Amangkurat I membangun istana dikelilingi bendungan dengan mengerahkan 300.00 pekerja kandas diterjang banjir bandang. Foto/Ist
A A A
BENCANA besar membuat pembangunan istana baru Kerajaaan Mataram di bawah kekuasaan Sultan Amangkurat I, tak berjalan mulus. Selain kekurangan pekerja bangunan, faktor alam memang cukup berpengaruh pada proses pembangunan istana megah ini.

Bahkan untuk membuat proyek istana megah dengan kompleksnya Sultan Amangkurat I mendatangkan orang dari Karawang dan mengerahkan seluruh rakyatnya. Tercatat ada 300 ribu pekerja dilibatkan dalam proses pembangunan istana megah itu.

Baca juga: Jejak Kebengisan Amangkurat I, Bunuh Ribuan Ulama karena Takut Kehilangan Takhta

Pada tahun 1661 raja begitu disibukkan sekali dengan ingin menjadikan tempat kediamannya sebuah pulau.

Sultan Amangkurat I bahkan meminta para penguasa pantai tidak boleh meninggalkan tempat, karena mereka harus turut mengawasi pekerjaan yang sedang dilakukan di sana, sebagaimana dikutip dari "Disintegrasi Mataram: di Bawah Mangkurat I" dari H.J. De Graaf.

Hal ini pula yang diberitakan dalam Babad Sangkala pada tahun 1683 J atau mulai 6 September 1660, yang menyebut para penduduk pesisir dan Mancanegara bekerja membangun lagi sebuah bendungan di Jaha.

Para umbul masing-masing mengawasi sebagian pekerjaan tertentu, tetapi banjir yang datang setelah itu menimbulkan kerusakan besar.

Baca juga: Kisah Pemberontakan Pangeran dari Madura, Hancurkan Istana Baru Mataram yang Dibangun Amangkurat I

Dua tahun kemudian dilakukan penggalian kembali. Raja mempunyai rencana untuk menyuruh dibuat sebuah kolam besar di belakang atau sekeliling istana. Beberapa bulan kemudian dikatakan bahwa Sultan Amangkurat I mulai pusing kepala lagi untuk membuat sebuah bendungan di belakang istana kerajaannya.



Kemudian untuk kepentingan pembangunan keraton, dibuatlah sebuah bendungan yang tidak hanya untuk mengendalikan air danau, melainkan juga berfungsi melindungi keraton di sebelah selatan dan timur dari banjir.

Pada tahun 1659 danau itu diperluas, dengan sebagian dari sebelah timur alun-alun. Setelah itu bendungan yang lama dibobol. Pada tahun 1661 dicoba untuk mengalirkan air tidak hanya di sebelah selatan dan timur, tetapi juga di sebelah utara dan barat. Pekerjaan yang sangat luas ini membutuhkan 300.000 tenaga kerja paksa.

Sayang pada sekitar tahun 1661 dikabarkan dari utusan Belanda musim hujan datang dengan dahsyat. Alhasil proyek itu pun berantakan. Lumbung besar itu dihantam banjir bandang, sehingga banyak orang kekurangan beras.

Tak hanya itu, bendungan besar pun juga disapu bersih oleh banjir bandang. Baru pada tahun 1663 pekerjaan pada bangunan air itu dapat dimulai kembali dan diselesaikan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Kepala BGN Diganti,...
Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu
Istana soal Polemik...
Istana soal Polemik 1.098 Sapi Kurban Presiden: Bantuan Pemerintah ke Masyarakat
Rekomendasi
Cinta Quran Foundation...
Cinta Quran Foundation Bangun RS Berbasis Wakaf Produktif
Menekraf Ajak Generasi...
Menekraf Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia
Dokter Tifa Tolak Berdamai...
Dokter Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi, Pilih Lanjutkan Persidangan
Berita Terkini
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
Ini Identitas Pilot...
Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved