Anggota DPRD Dilecehkan, Ratusan Kader Gerinda di Banggai Desak Pelaku Persekusi Diadili

Senin, 21 April 2025 - 22:28 WIB
loading...
Anggota DPRD Dilecehkan,...
Ratusan kader Gerindra di Banggai, Sulteng melakukan unjuk rasa di Polres Banggai menuntut pelaku persekusi diadili, Senin (20/4/2025). Foto/Ist
A A A
BANGGAI - Merasa dilecehkan dan dua kadernya dipersekusi, ratusan kader Partai Gerindra di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali turun unjuk rasa melakukan aksi di Polres Banggai, Senin (20/4/2025).

Aksi yang diikuti ratusan massa ini dipimpin langsung Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Banggai, Wardani Murad Husain dan dihadiri oleh semua Anggota DPRD asal Fraksi Gerindra.

Baca juga: Persekusi Gemparkan Bali, Perempuan Ditelanjangi di Toilet Kuburan

Di hadapan Kapolres Banggai dan jajarannya, Wardani Murad dengan lantang menyuarakan aspirasinya, untuk menuntut keadilan.

"Hari ini kami semua kader Gerindra datang di Polres Banggai ini untuk meminta keadilan. Sebagai negara hukum, jika kasus persekusi ini dibiarkan, maka bisa ada persekusi persekusi lainnya (yang terjadi)," ucap Wardani Murad, yang juga Wakil Ketua I DPRD Banggai.



Wardani Murad menyatakan, dengan adanya kasus persekusi ini, semua mata publik tertuju kepada Polres Banggai. Menurutnya, sungguh sangat disayangkan seorang Anggota DPRD Banggai dipersekusi.

"Bagaimana dengan rakyat biasa, Anggota DPRD saja mereka persekusi. Ironisnya, persekusi itu terjadi di rumah mereka. Olehnya, kami menuntut keadilan kepada Polres Banggai," tegasnya.

Baca juga: Polisi Buru Pelaku Persekusi Rombongan Kiai NU Cikarang

Kembali ditegaskan, Ia meminta Polres Banggai untuk segera mengadili para pelaku persekusi yang terjadi di Kecamatan Toili.

"Saya melihat video persekusi itu menangis, ini pesta demokrasi. Kenapa kader kami dipersekusi seperti binatang. Apa salah mereka, apa salah Pak Suwardi dan Pak Lutpi. Tangkap pelaku persekusi dan hukum seadil-adilnya," kata Wardani dengan lantang.

Desakan untuk mengusut tuntas kasus persekusi juga disuarakan oleh Masnawati, Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Banggai.

Ia menegaskan, kehadirannya di Polres Banggai dalam aksi unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas dan perintah langsung partai.

"Bapak ketahui, satu orang kader Gerindra dikorek (usik) maka seluruh kader akan bergerak. Persekusi yang terjadi di Toili saat PSU, kami merasa dilecehkan. Sebagai kader Gerindra kami merasa dilecehkan," cetusnya.

Ia menegaskan, keberadaan kader Gerindra di Toili saat jelang PSU adalah perintah partai yang harus dijalankan.

"Kami punya hak untuk bebas berpolitik, termasuk anggota dewan. Dua rekan kami, saudara kami yang juga Anggota Dewan ditugaskan dalam PSU, dipersekusi," bebernya.

Ia meminta kepada Polres Banggai untuk mengusut tuntas kasus persekusi yang dialami dua kader Gerindra, besutan Prabowo Subianto.

"Kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus mengawal sampai prosesnya benar-benar tuntas. Kami punya hak bebas berpolitik, jangan kami dipersekusi karena kami ditugaskan untuk memenangkan Partai Gerindra," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Suwardi Agis, Anggota DPRD Banggai yang juga korban persekusi di Toili turut memberikan orasinya. Ia menguraikan bagaimana kasus persekusi itu dialaminya.

"Kehadiran kami di sini tak lain untuk mencari sebuah keadilan. Saya dan Pak Lutpi Samaduri hadir di Toili, bukan semata-mata kepentingan Ketua DPC Gerindra Banggai, tapi kami sebagai kader taat dan patuh atas instruksi DPD, bahkan DPP," katanya.

Olehnya, turun melakukan unjuk rasa tak lain untuk mengembalikan Marwah Partai Gerindra di Kabupaten Banggai ini.

"Saya sendiri sebagai korban merasa terzolimi, yang mana saya didobrak di kamar mandi dalam keadaan tanpa busana (telanjang)," tuturnya.

Mendapat perlakuan persekusi, Suwardi menuntut keadilan yang seadil-adilnya.

"Di mana kebebasan saya sebagai Anggota DPRD Banggai, mana hak saya sebagai warga negara Indonesia untuk ikut serta menyukseskan pesta demokrasi di Toili kemarin," tekannya.

Sementara itu, Kapolres Banggai, AKBP Putu Hendra Binangkari, menegaskan, sebagai penanggungjawab, memastikan semua berjalan sebagai mestinya dan profesional.

"Apa yang disampaikan (orator), saat ini masih berjalan (penanganan), mulai dari penerimaan laporan, pemeriksaan saksi, terlapor dan hari ini kami melakukan pemanggilan terduga pelaku (persekusi)," kata Kapolres kepada massa aksi.

Ia memastikan, penanganan kasus dugaan persekusi ini ditangani secara profesional.

"Keringat bapak ibu siang sini (datang unjuk rasa), kami pastikan tidak akan sia-sia. Kami pastikan amanah dan jabatan kami selaku Kapolres Banggai, dan putra Sulteng, akan tetap memegang keadilan," tegasnya.

Kapolres mengatakan, setelah pemeriksaan terhadap terduga pelaku, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status yang bersangkutan.

"Yakin kedepan akan terang permasalahan ini, kami pastikan tidak sia-sia keringat bapak ibu sekalian (melakukan aksi damai)," tandasnya.

Setelah mendengarkan penyampaian Kapolres Banggai, massa aksi membubarkan diri dan melanjutkan aksi damai di Tugu Adipura Luwuk, sesuai agenda.

Terkait kasus persekusi ini, massa aksi memberikan waktu Polres Banggai 2x24 jam. Jika kasus ini belum juga ada kejelasan, Gerindra Banggai akan kembali turun melakukan unjuk rasa yang lebih besar.

"Kami tunggu 2x24 jam, karena hal ini akan kami laporkan ke DPP Gerindra di Jakarta," kata Sekretaris DPC Gerindra Banggai, Yulius Tipa.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Polda Metro Jaya Terjunkan...
Polda Metro Jaya Terjunkan 4.131 Personel Kawal Demo di Jakarta Hari Ini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Nadhif Basalamah Geram...
Nadhif Basalamah Geram Jadi Korban Pelecehan, Ingin Berhenti dari Dunia Hiburan?
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Rekomendasi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Berita Terkini
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved