Sejarah Perkembangan Malang, dari Kota Perkebunan hingga Pusat Bisnis Era Belanda

Sabtu, 19 April 2025 - 12:01 WIB
loading...
Sejarah Perkembangan...
Bundaran Tugu ikonik Kota Malang, Jawa Timur. Foto/SindoNews/Avirista Midaada
A A A
SEMARANG - Perkembangan Malang konon begitu pesat dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia semasa kependudukan Belanda. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintahan Hindia Belanda kala itu membuat peradaban di Kota Malang, berubah secara cepat dan cenderung lengkap dari segi infrastruktur.

Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Reza Hudianto menjelaskan, pembangunan tata letak kota diawali dengan proyek bouwplan satu oleh Belanda. Proses pembangunan bouwplan satu pada 1920-an. Saat itu Belanda merancang Malang sedemikian rupa, dan jadi yang cukup cepat pembangunannya saat itu.

"Padahal Kota Malang itu adalah kota antara tahun 1914 sebelum dan sesudahnya jauh berbeda. Boleh dikata, kota yang mengalami akselerasi perkembangan kota tercepat di seluruh Jawa, sekali menjadi geemente ada delapan bouwplan, dan ketika ditotal ada beberapa hektar," ucap Reza Hudianto, ditemui di UM, Malang, Sabtu (19/4/2025).

Baca juga: Melihat Peran Mantan Laskar Pangeran Diponegoro Dalam Penyebaran Islam di Malang Raya

Di daerah bouwplan dikenal dengan daerah Oranjebuurt, wilayahnya menggunakan nama-nama jalan dengan nama-nama anggota keluarga kerajaan Belanda, seperti Wilhelmina straat (sekarang Jalan Dr Cipto), Juliana straat (sekarang Jalan RA Kartini), Emma straat (sekarang Jalan dr Sutomo), Willem straat (sekarang Jalan Diponegoro), Maurits straat (sekarang Jalan MH Thamrin), dan Sophia straat (sekarang Jalan Cokroaminoto).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalan Ambles di Lenteng...
Jalan Ambles di Lenteng Agung Mulai Diperbaiki, Box Culvert Dipasang Malam Ini
Muzakir Manaf: Pemulihan...
Muzakir Manaf: Pemulihan Infrastruktur di Aceh Pascabencana Baru Mencapai 30%
Flyover Latumeten Jakarta...
Flyover Latumeten Jakarta Barat Dikebut, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya
TMMD ke-128, Warga Papua...
TMMD ke-128, Warga Papua Bahagia Jalan Menuju Pantai dan Sekolah Mulai Diperbaiki
Pembangunan Dermaga...
Pembangunan Dermaga dan Fasilitas Ekspor Terbesar Asia Tenggara di Tuban Rampung
Rakorwil PSI Papua Barat,...
Rakorwil PSI Papua Barat, Kaesang Minta Kader Kawal Pembangunan Infrastruktur
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Ecosperity Week 2026...
Ecosperity Week 2026 di Singapura, Menko AHY Ungkap Kunci Ketahanan dan Infrastruktur Berkelanjutan Asia
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Rekomendasi
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Berita Terkini
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved