Sosok Purbaya, Komandan Sakti Pilihan Sultan Agung dengan Jampi-jampi Runtuhkan Tembok Batavia
Kamis, 17 April 2025 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Raja Mataram mengirimkan komandan pertama bernama Mandureja melawan Batavia. Dia diperintahkan angkat senjata untuk mengusir Belanda dari Jawa. Namun, saat bersamaan Sultan Agung mengirimkan komandan kedua bernama Purbaya.
Kehadiran Purbaya untuk menjaga agar kekuatan tersebut tidak berubah menjadi perang total. Unjuk kekuatan saja sudah dianggap cukup oleh sang Raja Mataram. Saat itu, Purbaya pergi ke dekat Batavia dengan kekuatan gaib yang dimilikinya.
Konon, sambil terbang di udara Purbaya membuat sebagian tembok Batavia runtuh hanya cukup dengan mengucapkan jampi-jampi. Saat itu, Belanda tidak kenal tenaga gaib dan karena itu tidak bisa mempertahankan diri sehingga tidak perlu ditakuti sebagai musuh.
Sayangnya, Mandureja yang tidak diberitahu mengenai keberhasilan Purbaya terus maju menyerang. Mandureja dikalahkan karena bertindak menentang kehendak tuan yang sebenarnya dan Belanda.
Kemudian, membunuh Mandureja tanpa mereka ketahui telah menjadi eksekutor pengkhianat tersebut. Pemerintah Batavia di bawah komando Belanda lantas bergembira karena lepas dari ancaman Mandureja. VOC lantas mengirimkan duta ke istana Mataram untuk berterima kasih kepada sang raja besar.
Kehadiran Purbaya untuk menjaga agar kekuatan tersebut tidak berubah menjadi perang total. Unjuk kekuatan saja sudah dianggap cukup oleh sang Raja Mataram. Saat itu, Purbaya pergi ke dekat Batavia dengan kekuatan gaib yang dimilikinya.
Konon, sambil terbang di udara Purbaya membuat sebagian tembok Batavia runtuh hanya cukup dengan mengucapkan jampi-jampi. Saat itu, Belanda tidak kenal tenaga gaib dan karena itu tidak bisa mempertahankan diri sehingga tidak perlu ditakuti sebagai musuh.
Sayangnya, Mandureja yang tidak diberitahu mengenai keberhasilan Purbaya terus maju menyerang. Mandureja dikalahkan karena bertindak menentang kehendak tuan yang sebenarnya dan Belanda.
Kemudian, membunuh Mandureja tanpa mereka ketahui telah menjadi eksekutor pengkhianat tersebut. Pemerintah Batavia di bawah komando Belanda lantas bergembira karena lepas dari ancaman Mandureja. VOC lantas mengirimkan duta ke istana Mataram untuk berterima kasih kepada sang raja besar.
(jon)
Lihat Juga :