Sinergi Penyatuan Data Pertanian di Sukabumi Percepat Swasembada Pangan

Jum'at, 11 April 2025 - 22:16 WIB
loading...
Sinergi Penyatuan Data...
Pusat PVTPP Kementan bersama Dinas Pertanian Sukabumi dan BPS bersinergi untuk memastikan keakuratan data pertanian, khususnya terkait luas tambah panen (LTP). Foto/Ist
A A A
SUKABUMI - Pusat PVTPP Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Dinas Pertanian Sukabumi dan BPS bersinergi untuk memastikan keakuratan data pertanian, khususnya terkait luas tambah panen (LTP). Sinergi ini juga untuk menyelaraskan data sekaligus menindaklanjuti hasil ground check di lapangan.

Kementerian Pertanian (Kementan) akan menggunakan data BPS sebagai rujukan utama dalam merumuskan kebijakan, termasuk dalam upaya percepatan swasembada pangan sesuai visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel

Kolaborasi ini akan terus diperkuat dengan penghitungan metodologi yang lebih canggih guna memastikan kebijakan pertanian berbasis data yang valid, transparan, dan tepercaya.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Leli Nuryati mengungkap pentingnya periode April sebagai momen kritis untuk mengejar target tanam nasional. Ia menyebut bahwa tim dari pusat telah dibagi ke seluruh wilayah kerja di Sukabumi untuk percepatan monitoring langsung di lapangan.



“Kita turun habis-habisan, semua wilayah tercover. Ini arahan langsung dari Menteri (Andi Amran Sulaiman). Kita kejar target swasembada dengan semangat dan kerja nyata,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/4/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sri Hastuti Harahap menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pusat PVTPP yang telah mengerahkan tim kuat dan responsif dalam mendampingi daerah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan keterbukaan dalam menyusun dan mereview data di lapangan.

Baca juga: Wamentan Buka-bukaan Soal Keberhasilan Program Pertanian Indonesia

“Karena penanggung jawab di lapangan masih sama seperti tahun sebelumnya, maka dokumentasi dan pelaporan sudah cukup tertata. Ini menjadi dasar kuat bagi kita untuk terus menjaga transparansi dan akurasi data,” ujarnya.

Sri menambahkan bahwa pemutakhiran dan validasi data harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan potensi tanam dan realisasi benar-benar tercatat. Selain itu ditekankan bahwa semua pihak harus bergerak bersama, saling mendukung dan tidak bekerja secara terpisah.

"Dengan data yang akurat, kita dapat mengambil kebijakan yang tepat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” tandasnya.

Kepala BPS M. Sholihin menyebutkan, hasil ubinan pada Januari - April 2025 menunjukkan adanya peningkatan luas panen.

"Produksi beras pun mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya.

Semua pihak menyoroti perlunya koordinasi erat dalam pelaporan data, terutama memasukkan lokasi-lokasi panen raya seperti di Kadudampit ke dalam segmen pengamatan BPS agar tercatat resmi dalam KSA. Di sisi lain, beberapa titik yang masuk dalam data polygon ternyata tidak ditanami padi dan perlu diganti, menegaskan pentingnya verifikasi lapangan secara berkelanjutan.

Sukabumi mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas kualitas koordinasi lintas sektoral yang baik antara dinas dan BPS. Diharapkan hasil pada bulan April dan Mei 2025 dapat mencerminkan potensi pertanian riil dan mendukung target nasional swasembada pangan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Kukuhkan Pengurus Pusat...
Kukuhkan Pengurus Pusat IKA-Boy Periode 2025-2029, Didik Haryadi Persatukan Perantau Boyolali
Wujudkan Ketahanan Pangan,...
Wujudkan Ketahanan Pangan, Food Estate Wanam Papua Selatan Tak Terkait Film Pesta Babi
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Di Hadapan Prabowo,...
Di Hadapan Prabowo, Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri
Indonesia Dorong Keamanan...
Indonesia Dorong Keamanan Pangan, Selandia Baru Komitmen Hadirkan Produk Berkualitas
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Rekomendasi
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Profil Zion Suzuki:...
Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Berita Terkini
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Ketum KBPP Polri: Demokrasi...
Ketum KBPP Polri: Demokrasi Harus Bermartabat, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved