Kisah Penaklukkan Majapahit oleh Kesultanan Demak Membuat Raja Bhre Kertabhumi Ditahan

Selasa, 08 April 2025 - 05:58 WIB
loading...
Kisah Penaklukkan Majapahit...
Raden Patah, Raja Demak pertama berhasil menaklukkan Kerajaan Majapahit. Pasukan Raden Patah menahan Bhre Kertabhumi yang merupakan Raja Majapahit terakhir. Foto/Ist
A A A
RADEN Patah, Raja Demak pertama berhasil menaklukkan Kerajaan Majapahit. Kerajaan yang ditakuti dan disegani di Nusantara itu taklukkan oleh Jin Bun atau nama Raden Patah, yang memerintah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Tak sekedar menaklukkan Majapahit saja, bahkan pasukan Demak di bawah komando Jin Bun juga berhasil menahan Bhre Kertabhumi yang konon menjadi Raja Majapahit terakhir.

Baca juga: Kisah Raden Patah Adopsi Hukum Kerajaan Majapahit Aturan Penggal Kepala Pencuri

Hal ini juga menandai bagaimana Majapahit takluk dari Kesultanan Demak. Tentara Demak yang menyerang Majapahit pun membuat pasukan Majapahit yang tersisa tak bisa berbuat banyak. Tapi penyerangan itu tak lantas membuat Majapahit dihancurkan oleh Kesultanan Demak.

Konon setelah berhasil menguasai Majapahit, Raja Demak ini terlambat memutar haluan kehidupan rakyat Majapahit untuk diikutsertakan dalam pembangunan negara Islam Demak. Ia membiarkannya hidup terlantar.



Ia tidak pandai mengambil simpati rakyat Majapahit yang memeluk agama Hindu-Jawa. Ia malah mencurigainya.

Buku dari sejarawan Prof. Slamet Muljana "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara" menggambarkan bagaimana Jin Bun atau Raden Patah justru terlalu banyak menyandarkan kekuatannya kepada mayarakat Tionghoa Islam, atau bukan Islam di kota-kota pelabuhan di sepanjang pantai laut Jawa.

Baca juga: Kisah Arya Damar: Ahli Bahan Peledak Kerajaan Majapahit, Ayah Tiri Raden Patah

la lupa bahwa kaum tani bekas rakyat Majapahit juga dapat merupakan kekuatan yang berguna sekali untuk pembangunan dan pertahanan negara.

Cara berpikir Jin Bun sebenarnya mudah dipahami. Tidak lagi dapat disangkal bahwa Jin Bun memang pemuda yang sangat cerdas dan sangat berani.

Langkah itu membuatnya di bawah panji Kesultanan Demak mampu menyiapkan kekuatan pasukan dan meruntuhkan Kerajaan Majapahit yang telah berusia 184 tahun dan pernah mengalami masa kegemilangan dan disegani oleh segenap negara di Nusantara.

Bong Swi Hoo alias Sunan Ngampel yang selalu bertindak sebagai guru dan penasihat Jin Bun atau Raden Patah kala itu telah wafat.

Ketika Jin Bun sepenuhnya memegang kekuasaan dengan mangkatnya Bong Swi Hoo, ia kehilangan penasihat dan guru yang ulung. Tidak ada orang yang sanggup mengganti Bong Swi Hoo.

Hanya atas nasihat Bong Swi Hoo, persiapan meruntuhkan kerajaan Majapahit itu dapat dilangsungkan dalam waktu yang sangat singkat.

Raden Patah dibesarkan di lingkungan masyarakat Tionghoa Islam di Palembang, di bawah asuhan Swan Liong. Di Jawa, ia adalah orang pendatang, yang segera berguru pada Bong Swi Hoo di Ngampel. Di situ, ia hidup juga dalam masyarakat Islam Tionghoa.

Kemudian, ia menetap di Bintara. Di situ, ia sibuk dengan pembukaan hutan. Demikianlah ia hanya mengenal masyarakat Islam Tionghoa saja. Tidak ada baginya kesempatan untuk mengenal masyarakat Jawa-Hindu, sedangkan sebagian besar dari bekas rakyat Majapahit adalah orang Jawa yang memeluk agama Hindu.

Dengan sendirinya, pandangan Jin Bun sangat sempit, hanya terbatas sampai pada masyarakat Tionghoa Islam dan masyarakat Tionghoa bukan-Islam.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Sejarah Kerajaan-Kerajaan...
Sejarah Kerajaan-Kerajaan Islam dan Peninggalannya di Nusantara
Rekomendasi
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
The Championships Wimbledon...
The Championships Wimbledon 2026 Tengah Berlangsung, Nonton Live Streaming di VISION+
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
Berita Terkini
Video Detik-detik Penangkapan...
Video Detik-detik Penangkapan Roy Suryo Diputar di Sidang Praperadilan
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda...
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda Bali Gagalkan Peredaran 937 Butir Narkoba Jenis Mephedrone
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Melirik Geliat Transformasi...
Melirik Geliat Transformasi Digital dan Rahasia Transaksi Aman Masyarakat Kediri
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved