Melihat Peran Mantan Laskar Pangeran Diponegoro Dalam Penyebaran Islam di Malang Raya

Kamis, 03 April 2025 - 01:00 WIB
loading...
Melihat Peran Mantan...
Makam Eyang Djoego atau Kiai Zakaria II, mantan pengikut Pangeran Diponegoro di lereng Gunung Kawi Malang. Foto: Avirista Midaada
A A A
MALANG - Penyebaran Islam di Nusantara kian meluas usai kekalahan Pangeran Diponegoro di Perang Jawa. Saat itu, Pangeran Diponegoro yang membubarkan laskar atau prajuritnya membuat setiap individu laskar menyebar ke beberapa daerah di Pulau Jawa dan luar Jawa.

Di Malang Raya, ada beberapa catatan sejarah pasukan Pangeran Diponegoro yang turut berjuang memperjuangkan penyebaran agama Islam. Sebagai bekas prajurit perang melawan Belanda membuat mereka juga turut berjuang memberikan perlawanan ke Belanda.

Baca juga: Mengenal Masjid Tertua Bojonegoro Warisan Kerajaan Mataram di Tepi Sungai Bengawan Solo

Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Najib Jauhari mengatakan, memang sebelum Perang Jawa berakhir sudah ada beberapa penyebar agama Islam yang masuk ke Malang Raya. Mereka juga berperan menyebarkan agama Islam, tapi begitu Perang Jawa di bawah komando Pangeran Diponegoro berakhir pada 1830-an bekas laskar Diponegoro ini menyebar ke beberapa wilayah.

"Sejak Diponegoro menyerah tidak lagi ribut masalah Perang Jawa. Begitu perang berakhir tahun 1835 semua perwiranya fokus menyebarkan agama Islam terutama ke pedalaman, termasuk ke Malang Raya," ujar Najib, belum lama ini.

Menurut dia, ada perubahan pola dari sejak Perang Jawa berakhir dan para perwira pasukan Pangeran Diponegoro berkelana ke beberapa daerah. Mereka yang sebelumnya hanya fokus berperang melawan Belanda juga menyebarkan agama islam.

Apalagi pasukan ini ternyata juga mendapat ilmu agama dari Diponegoro yang merupakan ulama dan pejuang.

"Sebelumnya nggak ngurusi, tapi ngurusi perangnya saja, tapi setelah itu strategi perjuangannya berbeda," ucapnya.

Di Malang diidentifikasi ada setidaknya beberapa titik bekas laskar Pangeran Diponegoro yang ikut menyebarkan agama Islam, mulai dari Eyang Djoego atau nama Kyai Zakaria II di kawasan Gunung Kawi, Kiai Hamimuddin di Bungkuk, Singosari, serta makam di daerah Bantur, Kabupaten Malang.

Dari tiga sosok itu, dua sosok diketahui merupakan perwira atau petinggi pasukan, sedangkan sisanya pasukan biasa.

"(Para eks laskar Pangeran Diponegoro) Mereka juga punya level pengetahuan agamanya masing-masing untuk mengajarkan Islam yang secara kaffah apakah hanya prajurit yang tingkat bawah saja, beda-beda jadi yang di atas juga bisa," ujar dosen Program Studi Sejarah UM Malang ini.

Karena berdasarkan tingkatan pangkat di pasukan Diponegoro itulah yang membuat terjadi perbedaan pemahaman agama Islam yang diajarkan juga oleh Pangeran Diponegoro. Mereka yang dekat dengan Pangeran Diponegoro karena menjadi pemimpin pasukan atau berbeda dengan yang pasukan biasa secara ilmu yang didapat dari sang pangeran.

"Sama-sama laskar Diponegoro, kan laskar Diponegoro banyak, yang tampil juga beberapa saja. Tapi laskar itu juga ada yang tingkat perwira tinggi, menengah, serta prajurit biasa," tuturnya.

"Yang di Bantur itu dia prajurit biasa, menyebarkan agama Islam semampunya. Tidak bisa mendetail, hanya belajar syariat, bukan thoriqohnya, ngajarin salat seperti apa, nggak detail ke syariat lainnya," tambahnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Jejak Terakhir Pangeran...
Jejak Terakhir Pangeran Diponegoro di Tanah Jawa, Tinggal selama 26 Hari di Jakarta
Kisah Pangeran Diponegoro,...
Kisah Pangeran Diponegoro, Pahlawan, Pejuang, hingga Tokoh Ulama Berpengetahuan Tinggi
Kisah Pangeran Diponegoro...
Kisah Pangeran Diponegoro dan Kiai Mojo, Simbolis Relasi Bangsawan dan Ulama
Tantangan Raja Champa...
Tantangan Raja Champa ke Sunan Gresik Islamkan Penguasa Majapahit
Kisah Pangeran Diponegoro...
Kisah Pangeran Diponegoro Bertemu Sunan Kalijaga saat Tirakat Bertapa di Gua Song Kamal
Diponegoro Hero, Film...
Diponegoro Hero, Film AI yang Hidupkan Kembali Api Perjuangan Pahlawan Jawa
Pangdam Diponegoro Resmikan...
Pangdam Diponegoro Resmikan Gereja Oikumene dan Fasilitas Satuan, Wujud Toleransi dan Persatuan
5 Tempat Berlatar Pemandangan...
5 Tempat Berlatar Pemandangan Gunung untuk Lepas Matahari 2023 di Malang Raya
Rekomendasi
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
SD Islam Al-Azhar Kelapa...
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026
Berita Terkini
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved