Profil Karaeng Galesong, Putra Sultan Hasanuddin yang Membantu Perlawanan Rakyat Jawa Terhadap Belanda
Selasa, 01 April 2025 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Sambil berjuang mengusir penjajah Belanda, Karaeng Galesong yang sudah menganut agama Islam juga menyebarkan agama Islam di pedalaman Jawa bagian timur. Dia kerap memberikan perlawanan ke Belanda bersama Trunojoyo dan Untung Suropati.
Persebaran pasukannya meliputi area Pasuruan, Malang, hingga Kediri melalui jalur tengah di Pegunungan Putri Tidur. Jalur itulah yang menjadi saksi bagaimana Karaeng Galesong meninggal dan dikebumikan di puncak bukit yang kini masuk wilayah Dusun Kebonsari, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
"(Jalur Malang-Kediri) Itu jalan alternatif tembus mulai penyerbuan Kediri, dulu kan jalur terabasan, jalur hidup di Ngantang. Makamnya di puncak bukit, termasuk makam tertua di wilayah Malang Raya pedalaman," ujar Najib.
Karaeng Galesong konon menetap di sekitar perbukitan Ngantang hingga memiliki beberapa keturunan dan membentuk komunitas Bugis. Anggotanya tentu dari para keturunan Bugis yang pernah membantu peperangan melawan Belanda di Jawa bagian timur.
"Di situ ada komunitasnya orang-orang Bugis Makassar. Di sekitar makam itu keturunannya, termasuk yang tertua di Malang makamnya selain di Sengguruh abad 16, abad 15 Sentono di Kasembon," ucapnya.
Persebaran pasukannya meliputi area Pasuruan, Malang, hingga Kediri melalui jalur tengah di Pegunungan Putri Tidur. Jalur itulah yang menjadi saksi bagaimana Karaeng Galesong meninggal dan dikebumikan di puncak bukit yang kini masuk wilayah Dusun Kebonsari, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
"(Jalur Malang-Kediri) Itu jalan alternatif tembus mulai penyerbuan Kediri, dulu kan jalur terabasan, jalur hidup di Ngantang. Makamnya di puncak bukit, termasuk makam tertua di wilayah Malang Raya pedalaman," ujar Najib.
Karaeng Galesong konon menetap di sekitar perbukitan Ngantang hingga memiliki beberapa keturunan dan membentuk komunitas Bugis. Anggotanya tentu dari para keturunan Bugis yang pernah membantu peperangan melawan Belanda di Jawa bagian timur.
"Di situ ada komunitasnya orang-orang Bugis Makassar. Di sekitar makam itu keturunannya, termasuk yang tertua di Malang makamnya selain di Sengguruh abad 16, abad 15 Sentono di Kasembon," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :