Kunjungi Korban Peremasan Payudara, Saraswati: Saya Siap Dampingi Proses Hukum

Sabtu, 05 September 2020 - 11:28 WIB
loading...
Kunjungi Korban Peremasan...
Rahayu Saraswati turun tangan menemui korban di rumah kontrakannya untuk memberikan semangat. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
TANGERANG SELATAN - Korban pelecehan seksual rentan mendapatkan intimidasi dari pelakunya. Alhasil, banyak kasus pelecehan seksual yang tidak sampai diproses hukum.

Seperti yang dialami S, warga Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Ibu rumah tangga ini korban begal payudara saat tengah asyik merujak di depan kontrakan. Akibat diremas itu, payudara korban sakit dan mengalami luka hingga biru.

Selama tinggal mengontrak itu juga korban kerap mendapatkan pelecehan seksual dengan dipertontonkan alat kelamin pelaku lewat video call saat nagih uang kontrakan.

Korban sempat melapor polisi dan dapat pendampingan pengacara. Namun, bukan maju kasusnya korban malah mendapat intimidasi. Bahkan, korban dimintai berdamai paksa dan akhirnya pindah dari kontrakan. (Baca juga: Payudara Diremas Pemilik Kontrakan, Ibu Rumah Tangga Lapor Polisi)

Hal ini membuat Rahayu Saraswati prihatin. Bakal Calon Wakil Wali Kota Tangsel ini akhirnya turun tangan menemui korban di rumah kontrakannya untuk memberikan semangat.

"Saya merasa terpanggil untuk menemui Ibu S memberikan dukungan, karena Ibu S sudah dipanggil polisi terkait laporannya. Kalau beliau mau lanjut, saya akan mendukung," kata Saraswati, Sabtu (5/9/2020).

Menurut dia, para korban pelecehan seksual sangat rentan terhadap intimidasi. Ia pun sangat menyayangkan hal itu. Apalagi sampai ada oknum yang memanipulasi. (Baca juga: Begal Payudara, Ketidaknyamanan Bagi Perempuan)

"Saya telah diberitahukan, bahwa ada proses perdamaian yang mengandung intimidasi oleh oknum. Saya menyesalkan hal ini. Semua harus bertanggung jawab dan oknum tersebut harus segera ditindak," paparnya.

Lebih jauh, Saraswati mengimbau kepada rekan-rekannya di DPR untuk mengesahkan RUU PKS (Penghapusan Kejahatan Seksual) agar ada perlindungan kejahatan seksual.

"RUU PKS harus segera disahkan dan sangat dibutuhkan saat ini. Sehingga para pelaku pelecehan seksual seperti Ibu S tidak lepas dengan mudah dan dapat ditinsak atas dasar hukum kekerasan seksual," pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
341 Predator Anak Ditangkap...
341 Predator Anak Ditangkap di California
Rekomendasi
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Bacaan Niat Puasa Asyura...
Bacaan Niat Puasa Asyura dan Keistimewaannya, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Berita Terkini
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Infografis
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved