Pemerhati Jakarta Soroti Pentingnya Peran Masyarakat dan Regulasi terkait Air Bersih
Selasa, 25 Maret 2025 - 16:43 WIB
loading...
Diskusi Peran dan Kebijakan Regulasi dalam Pengelolaan Air Minum di Jakarta di The Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2025). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemerhati Jakarta dari Budgeting Metropolitan Watch Amir Hamzah menyoroti pentingnya peran masyarakat terkait air bersih atau air minum.
"Tanpa air kehidupan manusia bisa menjadi fatal. Sehingga, tanpa air khususnya air bersih, kehidupan manusia bisa mengalami berbagai kendala," ujar Amir saat menjadi narasumber diskusi Peran dan Kebijakan Regulasi dalam Pengelolaan Air Minum di Jakarta di The Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2025).
Baca juga: 15 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Krisis Air Bersih saat Musim Kemarau
Dalam diskusi yang diinisiasi Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI), Amir menjelaskan, saat ini dan untuk masa mendatang pengelolaan air bersih secara tidak proporsional dan konsepsional bisa menjadi pemicu konflik.
Terlebih dengan melihat kondisi strategis pengelolaan air bersih maka masyarakat baik secara personal maupun institusional harus ikut berperan dalam pengelolaan air bersih. Karenanya, pengelolaan air bersih perlu ada peran masyarakat.
Termasuk memantau pengelolaan air bersih, terutama yang menyangkut kualitasnya agar suplai air bersih benar-benar dapat memenuhi hajat hidup manusia.
Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto atau akrab disapa SGY menekankan pentingnya kebijakan dan regulasi pengelolaan air bersih di Jakarta serta menetapkan standar dan target layanan pemerintah untuk pelayanan air minum.
"Tanpa air kehidupan manusia bisa menjadi fatal. Sehingga, tanpa air khususnya air bersih, kehidupan manusia bisa mengalami berbagai kendala," ujar Amir saat menjadi narasumber diskusi Peran dan Kebijakan Regulasi dalam Pengelolaan Air Minum di Jakarta di The Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2025).
Baca juga: 15 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Krisis Air Bersih saat Musim Kemarau
Dalam diskusi yang diinisiasi Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI), Amir menjelaskan, saat ini dan untuk masa mendatang pengelolaan air bersih secara tidak proporsional dan konsepsional bisa menjadi pemicu konflik.
Terlebih dengan melihat kondisi strategis pengelolaan air bersih maka masyarakat baik secara personal maupun institusional harus ikut berperan dalam pengelolaan air bersih. Karenanya, pengelolaan air bersih perlu ada peran masyarakat.
Termasuk memantau pengelolaan air bersih, terutama yang menyangkut kualitasnya agar suplai air bersih benar-benar dapat memenuhi hajat hidup manusia.
Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto atau akrab disapa SGY menekankan pentingnya kebijakan dan regulasi pengelolaan air bersih di Jakarta serta menetapkan standar dan target layanan pemerintah untuk pelayanan air minum.
Lihat Juga :