Sadis! 6 Guru di Yahukimo Papua Tewas Diserang KKB
Minggu, 23 Maret 2025 - 15:41 WIB
loading...
Pasukan Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III melakukan evakuasi korban kekerasan KKB. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Aksi biadab kembali dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) di Papua. Sebanyak enam guru yang bertugas di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan tewas usai diserang kelompok tersebut.
Selain membunuh para guru, kelompok tersebut juga membakar sekolah tempat para korban mengajar. Insiden yang terjadi pada Jumat, 21 Maret 2025 pukul 17.00 WIT ini menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat setempat, terutama tenaga pendidik dan siswa.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SindoNews, Minggu (23/3/2025), korban tewas sebanyak 6 orang. Salah satunya Ibu Rosalina usia 30 tahun, yang ditemukan tewas dengan luka mengenaskan akibat kekerasan. Sedangkan, 3 orang lainnya mengalami luka berat yaitu Bapak Vidi, Ibu Cosmas, dan Ibu Tari. Sedangkan, 3 orang luka ringan yaitu Ibu Vanti, Ibu Paskalia, dan Ibu Irmawati.
Baca juga: Satgas Damai Cartenz Gagalkan Penyelundupan Senjata Api dan Ratusan Amunisi untuk KKB
Dansatgas Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III Letkol Inf Gustiawan mengatakan, aparat masih melakukan pencarian terhadap pelaku dan meningkatkan patroli di wilayah rawan guna mencegah kejadian serupa terulang.
"Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat kondisi di Distrik Anggruk masih sangat rawan. Tim kami harus menghadapi medan berat dan potensi gangguan dari kelompok bersenjata. Namun, berkat koordinasi yang baik, jenazah korban berhasil dibawa ke Bandara Dekai Kab. Yahukimo untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujarnya.
Sementara itu, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan bersama.
“Selain mengevakuasi korban, aparat juga mendokumentasikan kerusakan akibat aksi pembakaran sekolah yang dilakukan oleh OPM,” katanya.
Selain membunuh para guru, kelompok tersebut juga membakar sekolah tempat para korban mengajar. Insiden yang terjadi pada Jumat, 21 Maret 2025 pukul 17.00 WIT ini menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat setempat, terutama tenaga pendidik dan siswa.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SindoNews, Minggu (23/3/2025), korban tewas sebanyak 6 orang. Salah satunya Ibu Rosalina usia 30 tahun, yang ditemukan tewas dengan luka mengenaskan akibat kekerasan. Sedangkan, 3 orang lainnya mengalami luka berat yaitu Bapak Vidi, Ibu Cosmas, dan Ibu Tari. Sedangkan, 3 orang luka ringan yaitu Ibu Vanti, Ibu Paskalia, dan Ibu Irmawati.
Baca juga: Satgas Damai Cartenz Gagalkan Penyelundupan Senjata Api dan Ratusan Amunisi untuk KKB
Dansatgas Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III Letkol Inf Gustiawan mengatakan, aparat masih melakukan pencarian terhadap pelaku dan meningkatkan patroli di wilayah rawan guna mencegah kejadian serupa terulang.
"Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat kondisi di Distrik Anggruk masih sangat rawan. Tim kami harus menghadapi medan berat dan potensi gangguan dari kelompok bersenjata. Namun, berkat koordinasi yang baik, jenazah korban berhasil dibawa ke Bandara Dekai Kab. Yahukimo untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujarnya.
Sementara itu, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan bersama.
“Selain mengevakuasi korban, aparat juga mendokumentasikan kerusakan akibat aksi pembakaran sekolah yang dilakukan oleh OPM,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :