Tolak Pengesahan RUU TNI, Massa Mahasiswa Masih Padati Gedung DPRD Jabar hingga Malam
Jum'at, 21 Maret 2025 - 19:59 WIB
loading...
Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus masih memadati area Gedung DPRD Jawa Barat hingga Jumat (21/3/2025) malam. FOTO/ERVAN DAVID
A
A
A
BANDUNG - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus masih memadati area Gedung DPRD Jawa Barat hingga Jumat (21/3/2025) malam. Mereka ber unjuk rasa menolak pengesahan Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia ( RUU TNI ).
Aksi demonstrasi masih berlangsung hingga malam lantaran tidak ada anggota DPRD Jabar yang keluar untuk menemui massa yang telah berkumpul. Para mahasiswa, yang terdiri dari berbagai elemen kampus, melanjutkan aksi mereka dengan sejumlah tindakan yang mencolok. Mereka sempat mencoba mendobrak pagar dengan menariknya menggunakan tambang. Selain itu, fasilitas umum di sekitar gedung seperti water barrier dan pagar kantor DPRD Jawa Barat juga ikut dibakar oleh massa sebagai bentuk protes.
Koordinator aksi, Ahmad Siddiq, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan kelanjutan dari penolakan terhadap pengesahan RUU TNI menjadi undang-undang oleh DPR. Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
"Ini adalah aksi lanjutan sebagai bentuk penolakan terhadap Undang-Undang TNI yang baru saja disahkan oleh DPR. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan DPR untuk mendengarkan aspirasi kami," kata Ahmad Siddiq saat ditemui di lokasi.
Aksi demonstrasi masih berlangsung hingga malam lantaran tidak ada anggota DPRD Jabar yang keluar untuk menemui massa yang telah berkumpul. Para mahasiswa, yang terdiri dari berbagai elemen kampus, melanjutkan aksi mereka dengan sejumlah tindakan yang mencolok. Mereka sempat mencoba mendobrak pagar dengan menariknya menggunakan tambang. Selain itu, fasilitas umum di sekitar gedung seperti water barrier dan pagar kantor DPRD Jawa Barat juga ikut dibakar oleh massa sebagai bentuk protes.
Koordinator aksi, Ahmad Siddiq, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan kelanjutan dari penolakan terhadap pengesahan RUU TNI menjadi undang-undang oleh DPR. Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
"Ini adalah aksi lanjutan sebagai bentuk penolakan terhadap Undang-Undang TNI yang baru saja disahkan oleh DPR. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan DPR untuk mendengarkan aspirasi kami," kata Ahmad Siddiq saat ditemui di lokasi.
Lihat Juga :