Sejahterakan Petani NTT, Anggota DPRD dari Partai Perindo Kawal Pembangunan Irigasi hingga Balai Benih
Selasa, 18 Maret 2025 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Pembangunan jalan usaha tani dinilai tak kalah krusial, karena kehadirannya akan memudahkan distribusi hasil pertanian. Selain itu, warga berharap pemanfaatan Balai Benih yang saat ini kurang maksimal.
Menurut warga, pengoperasian kembali Balai Benih dapat mengoptimalkan produksi benih sendiri tanpa harus bergantung pada penangkar benih dari luar daerah seperti Magepanda, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Manggarai.
Paulus menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan semua aspirasi tersebut. Sesuai dengan visi misi Partai Perindo atau dikenal juga sebagai Partai Kita untuk mensejahterakan masyarakat di seluruh Indonesia. "Kita doakan bersama, semoga semua ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah,” tutur anggota legislatif (Aleg) yang duduk di Komisi II DPRD Provinsi NTT yang membidangi ekonomi ini.
Dia juga mengingatkan terkait kebijakan efisiensi pemerintah pusat dan daerah. "Saya akan berjuang semaksimal mungkin, tapi kita juga harus memahami bahwa penyusunan kegiatan pemerintahan selalu menyesuaikan dengan postur anggaran. Jadi mohon maaf bapak, mama, mungkin tidak semua aspirasi dapat kami penuhi," pungkas sarjana dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero ini.
Menurut warga, pengoperasian kembali Balai Benih dapat mengoptimalkan produksi benih sendiri tanpa harus bergantung pada penangkar benih dari luar daerah seperti Magepanda, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Manggarai.
Paulus menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan semua aspirasi tersebut. Sesuai dengan visi misi Partai Perindo atau dikenal juga sebagai Partai Kita untuk mensejahterakan masyarakat di seluruh Indonesia. "Kita doakan bersama, semoga semua ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah,” tutur anggota legislatif (Aleg) yang duduk di Komisi II DPRD Provinsi NTT yang membidangi ekonomi ini.
Dia juga mengingatkan terkait kebijakan efisiensi pemerintah pusat dan daerah. "Saya akan berjuang semaksimal mungkin, tapi kita juga harus memahami bahwa penyusunan kegiatan pemerintahan selalu menyesuaikan dengan postur anggaran. Jadi mohon maaf bapak, mama, mungkin tidak semua aspirasi dapat kami penuhi," pungkas sarjana dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero ini.
(cip)
Lihat Juga :