Persekusi di Garut Bentuk Ekspresi Keagamaan Berlebihan
Kamis, 13 Maret 2025 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
“Itu tidak mencerminkan akhlak dan ajaran Islam. Itu lebih mencerminkan pada sikap emosi sikap berlebihan dalam mengekspresikan keagamaan,” ucap Ngatawi Al-Zastrouw di Jakarta dikutip, Rabu (12/3/2025).
Menurut Ngatawi Islam merupakan agama yang penuh dengan kasih sayang. Dalam menyerukan dakwah atau menasehati orang lain, ada etika dan tingkatannya, tidak serta langsung melakukan persekusi atau menista.
Baca juga: Remaja 16 Tahun di Bekasi Jadi Korban Persekusi Gara-gara Konflik Asmara
“Pertama diingatkan secara lisan, baik baik secara beradab, secara sopan, tidak langsung serta merta arogan,” kata Ngatawi.
Kepala Makara Art Center Universitas Indonesia ini mengatakan akhlakul karimah, akhlak yang terpuji adalah esensi dari Islam. Akhlak menjadi yang hal utama dalam mengekspresikan agama. Ngatawi berpendapat bersyariat pun harus berlandaskan dengan ahklak, kalau tidak itu akan menjadi kontra produktif.
“Kalau tidak mau ya sudah, toh dosa dan neraka mereka tanggung sendiri. Tugas kita adalah mengingatkan dan menyampaikan,” tambahnya.
Menurut Ngatawi Islam merupakan agama yang penuh dengan kasih sayang. Dalam menyerukan dakwah atau menasehati orang lain, ada etika dan tingkatannya, tidak serta langsung melakukan persekusi atau menista.
Baca juga: Remaja 16 Tahun di Bekasi Jadi Korban Persekusi Gara-gara Konflik Asmara
“Pertama diingatkan secara lisan, baik baik secara beradab, secara sopan, tidak langsung serta merta arogan,” kata Ngatawi.
Kepala Makara Art Center Universitas Indonesia ini mengatakan akhlakul karimah, akhlak yang terpuji adalah esensi dari Islam. Akhlak menjadi yang hal utama dalam mengekspresikan agama. Ngatawi berpendapat bersyariat pun harus berlandaskan dengan ahklak, kalau tidak itu akan menjadi kontra produktif.
“Kalau tidak mau ya sudah, toh dosa dan neraka mereka tanggung sendiri. Tugas kita adalah mengingatkan dan menyampaikan,” tambahnya.
Lihat Juga :