Positif Covid-19 di DKI Terus Melonjak, Anggota Dewan Minta Anies Fokus Penanggulangan
Rabu, 02 September 2020 - 20:55 WIB
loading...
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth, menyayangkan melonjaknya pasien positif Covid-19 di Ibu Kota. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth, sangat menyayangkan melonjaknya pasien positif Covid-19 di Ibu Kota, hingga mencapai angka 1.144 orang pada Minggu 30 Agustus 2020.
Dari jumlah 1.114 kasus positif Covid-19 tersebut, 385 kasus adalah akumulasi data 7 hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Sebagian besar kasus baru tersebut proses terinfeksinya terjadi saat libur panjang akhir pekan (long weekend) pada rentang waktu 16 - 22 Agustus 2020. (Baca juga: Persentase Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Melebihi Batas Bahaya WHO)
Berdasarkan data kasus pasien Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, per 2 September 2020 sampai dengan pukul 12.00 WIB, total jumlah penambahan kasus positif di DKI mencapai 1.054 orang, Sehingga akumulasi kasus positif di DKI Jakarta sampai hari ini sebanyak 42.041 kasus.
Untuk itu, pria yang kerap disapa Kent itu meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, agar lebih fokus terhadap penanggulangan Covid-19di Ibu Kota, dan tidak perlu membuat program-program yang tidak urgent, seperti penerapan ganjil-genap kendaraan bermotor, dan pesepeda di jalan tol.
"Saya minta Pak Anies harus lebih fokus terhadap penanggulangan Covid-19 di Jakarta, karena selama sepekan ini penyebaran semakin meluas. Hentikan semua program yang tidak begitu urgent saat masa pandemi ini, seperti ganjil-genap motor, pesepeda di tol dan yang lain-lain. Saya minta saat ini fokus dulu terhadap penanganan Covid-19," ujar Kent dalam keterangannya, Rabu (2/9/2020).
Pasalnya, sambung Kent, saat ini banyak korban jiwa berjatuhan akibat Covid-19, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), sejumlah tenaga medis, dan warga sipil di Jakarta. Dan hingga saat ini, ribuan orang masih dirawat di sejumlah rumah sakit. (Baca: Kapasitas RS Penuh, Bed Pasien Biasa Diubah untuk Pasien Covid-19)
"Banyak korban positif dan meninggal dunia berjatuhan sampai saat ini. Anggota DPRD DKI sudah 2 orang meninggal dunia, belum juga tenaga medis. Oleh karena itu Pemprov DKI harus lebih fokus penanganannya," tuturnya.
Dari jumlah 1.114 kasus positif Covid-19 tersebut, 385 kasus adalah akumulasi data 7 hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Sebagian besar kasus baru tersebut proses terinfeksinya terjadi saat libur panjang akhir pekan (long weekend) pada rentang waktu 16 - 22 Agustus 2020. (Baca juga: Persentase Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Melebihi Batas Bahaya WHO)
Berdasarkan data kasus pasien Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, per 2 September 2020 sampai dengan pukul 12.00 WIB, total jumlah penambahan kasus positif di DKI mencapai 1.054 orang, Sehingga akumulasi kasus positif di DKI Jakarta sampai hari ini sebanyak 42.041 kasus.
Untuk itu, pria yang kerap disapa Kent itu meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, agar lebih fokus terhadap penanggulangan Covid-19di Ibu Kota, dan tidak perlu membuat program-program yang tidak urgent, seperti penerapan ganjil-genap kendaraan bermotor, dan pesepeda di jalan tol.
"Saya minta Pak Anies harus lebih fokus terhadap penanggulangan Covid-19 di Jakarta, karena selama sepekan ini penyebaran semakin meluas. Hentikan semua program yang tidak begitu urgent saat masa pandemi ini, seperti ganjil-genap motor, pesepeda di tol dan yang lain-lain. Saya minta saat ini fokus dulu terhadap penanganan Covid-19," ujar Kent dalam keterangannya, Rabu (2/9/2020).
Pasalnya, sambung Kent, saat ini banyak korban jiwa berjatuhan akibat Covid-19, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), sejumlah tenaga medis, dan warga sipil di Jakarta. Dan hingga saat ini, ribuan orang masih dirawat di sejumlah rumah sakit. (Baca: Kapasitas RS Penuh, Bed Pasien Biasa Diubah untuk Pasien Covid-19)
"Banyak korban positif dan meninggal dunia berjatuhan sampai saat ini. Anggota DPRD DKI sudah 2 orang meninggal dunia, belum juga tenaga medis. Oleh karena itu Pemprov DKI harus lebih fokus penanganannya," tuturnya.
Lihat Juga :