Sejarah Candi Borobudur Era Mataram yang Diinisiasi Raja Samaratunggal

Jum'at, 24 Januari 2025 - 07:24 WIB
loading...
Sejarah Candi Borobudur...
Candi Borobudur dibangun di masa Kerajaan Mataram Kuno di masa Wangsa Syailendra. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Candi Borobudur dibangun di masa Kerajaan Mataram Kuno di masa Wangsa Syailendra. Candi Borobudur ini jadi satu dari banyak candi yang ditemukan dibangun di Indonesia. Pembangunan candi ini tak bisa dilepaskan dari Raja Samaratungga, yang merupakan pelopor pembangunan candi besar di Indonesia.

Sosok Raja Samaratungga sendiri memang tak banyak yang tahu. Namanya mungkin tak sepopuler Prabu Siliwangi, Hayam Wuruk, dan Gajah Mada, tapi peninggalannya cukup bisa membuat takjub hingga kini. Sosok Raja Samaratungga muncul dari Prasasti Kayumwungan yang dikeluarkan oleh Rakai Patapan Mpu Palar.

Sebagaimana dikutip dari buku "13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa" tulisan Sri Wintala Achmad, prasasti tersebut merupakan prasasti yang dikeluarkan oleh raja bawahan Samaratungga. Konon Candi Borobudur yang dibuat Raja Samaratungga di Dinasti Syailendra dari Kerajaan Mataram Kuno, harus meratakan bukit untuk membuat candi ini.

Baca juga: 10 Tempat Wisata Terpopuler di Jawa Tengah, Perpaduan Budaya dan Alam yang Memukau

Sang raja pembuat Candi Borobudur, merupakan raja yang dikebal sebagai raja spesialis pembuat candi di pegunungan. Tak ada yang tahu kenapa sebutan raja pegunungan disematkan kepada Syailendra, namun karya - karya bangunan candi dan tempat suci yang dibangun di tempat - tempat tinggi atau perbukitan, konon menjadi penyebabnya.

Sang raja yang terkenal dengan kesaktian dan kekuatannya berhasil membuat sebuah monumen kala itu yang terletak di utara Yogyakarta. Ia membangun sebuah bangunan yang menutupi bagian atas sebuah bukit yang telah dibentuk menjadi serangkaian teras. Lantai dan dinding penahannya ditutup dengan batu.

Baca juga: Kawasan Borobudur Direvitalisasi, Wujudkan Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Menariknya dituliskan Vlekke pada bukunya "Nusantara Sejarah Indonesia", puncak bukit tersebut sengaja diratakan dan dengan demikian dibuat terlihat seperti atap rata sebuah bangunan besar. Di pusat atap ini berdiri sebuah stupa yang berisi, atau dikira berisi, satu patung Buddha. Di sekeliling stupa inti ini ada banyak stupa batu kecil berhias yang ada di dalamnya berisi patung - patung Dhyani - Buddha. Dinding - dinding teras tertutup dengan pahatan.

Sosok Samaratungga sendiri sebagaimana diungkapkan sejarawan Slamet Muljana merupakan anak dari raja Mataram Samaragriwa yang pernah memerintah Medang pada 800 - 812 Masehi. Pendapat Slamet Muljana ini dikuatkan dengan Prasasti Pongar yang dikeluarkan pada 802 Masehi. Prasasti tersebut menyebutkan Kamboja berhasil melepaskan diri dari penjajahan Jawa.

Pelepasan Kamboja dari kekuasaan Jawa tersebut melatarbelakangi Samaragriwa kemudian membagi wilayah kekuasannya untuk kedua putranya Samaratungga dan Balaputradewa. Samaratungga mendapatkan wilayah di Jawa (Medang), sedangkan Balaputradewa mendapatkan wilayah di Sumatera.

Sebelum menjadi raja di Medang, Samaratungga terlebih dahulu menjadi kepala daerah Garung yang bergelar Rakryan i Garung atau Rakai Garung. Samaratungga sendiri naik tahta dan bergelar Sri Maharaja Samaratungga.

Semasa menjadi raja, Samaratungga menikahkan putrinya Pramodawardhani dengan Mpu Manuku dari Wangsa Sanjaya yang menjabat sebagai penguasa daerah Patapan pada 807 M berdasarkan Prasasti Munduan.

Saat menjabat sebagai raja pula Samaratungga membangun sebuah bangunan bernama Candi Bhumisambhara, yang merupakan nama lain dari Candi Jinalaya. Samaratungga mempercayakan arsitek Gunadharma.

Selain itu, Samaratungga melibatkan Kumarabacya dari Gandhadwipa (Bangalore) dan Visvawarman, yang merupakan ahli ajaran Buddha Tantra Vijrayana dari Kashmir, India. Pendapat adanya kisah pendirian Candi megah itu juga sejalan dengan Prasasti Kulrak yang dikeluarkan pada 784 M.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo Pakai Kaus...
Roy Suryo Pakai Kaus Bertuliskan Raja Jawa saat Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi di PN Surakarta
Pengembangan Pariwisata,...
Pengembangan Pariwisata, Balkondes Karangrejo Borobudur Tampil di Pasar Eropa
Kisah Dyah Balitung...
Kisah Dyah Balitung Ajak Warga Gabung ke Kerajaan Mataram Kuno dengan Pembebasan Pajak
Ribuan Pelari Meriahkan...
Ribuan Pelari Meriahkan Rupiah Borobudur Playon 2025
Bak Firaun, Raja Kediri...
Bak Fir'aun, Raja Kediri Minta Pemuka Agama dan Rakyatnya Menyembah Berujung Petaka
Dendam Membara, Jayakatwang...
Dendam Membara, Jayakatwang dan Arya Wiraraja Bersekongkol Habisi Riwayat Kerajaan Singasari
Dian Sastro Hadiri Perayaan...
Dian Sastro Hadiri Perayaan Waisak di Borobudur, Ternyata Ini Alasannya!
Kemenag Dorong Waisak...
Kemenag Dorong Waisak 2026 di Borobudur Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian
Hikmahbudhi Minta Dirjen...
Hikmahbudhi Minta Dirjen Bimas Buddha Lakukan Reformasi Birokrasi
Rekomendasi
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Berita Terkini
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved