Perlawanan Saudara Ipar Pangeran Diponegoro di Rembang Pecah, Rumah Bupati Dibakar
Jum'at, 24 Januari 2025 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum pemberontakan dan perlawanan dari pejuang - pejuang Jawa dan pasukan Pangeran Diponegoro, Emmanuel Hardy masih berada di Ngawi dan sempat bertemu dengan Bupati Wedana Madiun, yang baru diangkat oleh Sultan Hamengkubuwono II atas usulan Van Lawick.
Baca juga: Momen Perubahan Gaya Hidup Sultan Hamengkubuwono IV yang Berseberangan dengan Pangeran Diponegoro
Sebenarnya, Residen Hardy tidak setuju dengan pendapat Van Lawick tentang Bupati Wedana tersebut. Hardy menyebut Bupati Wedana sebagai orang yang lemah secara rohani dan jasmani, serta meragukan apakah dia akan dapat mengatasi pemberontakan para bupati monconegoro Yogyakarta di bawah pemerintahannya.
Residen percaya bahwa Bupati Wedana sejatinya tulus akan kesetiaannya, tetapi dia tidak yakin akan kesetiaan bupati-bupati lain di bawah administrasinya. Selain itu, Hardy juga mencurigai salah satu orang yang paling dipercaya bupati wedana, yaitu mantan Demang (Grobogan)-Wirosari, bernama Raden Sosrodiwiryo, adalah seorang pemberontak.
Baca juga: Momen Perubahan Gaya Hidup Sultan Hamengkubuwono IV yang Berseberangan dengan Pangeran Diponegoro
Sebenarnya, Residen Hardy tidak setuju dengan pendapat Van Lawick tentang Bupati Wedana tersebut. Hardy menyebut Bupati Wedana sebagai orang yang lemah secara rohani dan jasmani, serta meragukan apakah dia akan dapat mengatasi pemberontakan para bupati monconegoro Yogyakarta di bawah pemerintahannya.
Residen percaya bahwa Bupati Wedana sejatinya tulus akan kesetiaannya, tetapi dia tidak yakin akan kesetiaan bupati-bupati lain di bawah administrasinya. Selain itu, Hardy juga mencurigai salah satu orang yang paling dipercaya bupati wedana, yaitu mantan Demang (Grobogan)-Wirosari, bernama Raden Sosrodiwiryo, adalah seorang pemberontak.
(cip)
Lihat Juga :