Kekurangan Pasukan, Belanda Minta Bantuan Masyarakat Adat untuk Perangi Kaum Padri
Selasa, 14 Januari 2025 - 07:49 WIB
loading...
A
A
A
Di Bonio pertahanan kaum Padri juga cukup kuat. Untuk menghadapi kaum Padri ini, pemimpin pasukan Belanda Letnan P.H. Marinus memindahkan meriam-meriam dari pertahanannya di Baruh Bukit ke pertahanan di dekat Bonio. Demikian pula pasukan Belanda yang lain di bawah Kapten Brusse dengan bantuan 1.000 orang penduduk setempat telah dipergunakan untuk menghadapi kaum Padri di Bonio.
Baca juga: Sejarah Perang Padri, Taktik Licik Kolonialisme Belanda untuk Kuasai Minangkabau
Waktu pasukan van Geen bergerak sampai di dekat bukit di muka Bonio, pasukan Padri segera turun dari bukit tempat pertahanannya dan menyerang pasukan musuh. Pada pertempuran ini Letnan Marinus meninggal. Setelah bertempur, pasukan Padri segera mengundurkan diri ke dalam hutan-hutan di sekitarnya.
Usaha selanjutnya dari pasukan Belanda untuk menaiki bukit dengan maksud untuk mendekati pertahanan kaum Padri di Bonio tersebut telah disambut oleh kaum Padri dengan lemparan tombak, batu, maupun batang- batang pohon dari atas.
Di medan pertempuran yang lain di Kapau pasukan Padri membentuk garis pertahanan yang cukup panjang. Pasukan ini pada tanggal 18 September 1833 mencoba mengepung pasukan Belanda yang berkekuatan 100 orang sehingga pasukan musuh tersebut harus menyingkir ke Kota Tua.
Baca juga: Sejarah Perang Padri, Taktik Licik Kolonialisme Belanda untuk Kuasai Minangkabau
Waktu pasukan van Geen bergerak sampai di dekat bukit di muka Bonio, pasukan Padri segera turun dari bukit tempat pertahanannya dan menyerang pasukan musuh. Pada pertempuran ini Letnan Marinus meninggal. Setelah bertempur, pasukan Padri segera mengundurkan diri ke dalam hutan-hutan di sekitarnya.
Usaha selanjutnya dari pasukan Belanda untuk menaiki bukit dengan maksud untuk mendekati pertahanan kaum Padri di Bonio tersebut telah disambut oleh kaum Padri dengan lemparan tombak, batu, maupun batang- batang pohon dari atas.
Di medan pertempuran yang lain di Kapau pasukan Padri membentuk garis pertahanan yang cukup panjang. Pasukan ini pada tanggal 18 September 1833 mencoba mengepung pasukan Belanda yang berkekuatan 100 orang sehingga pasukan musuh tersebut harus menyingkir ke Kota Tua.
(cip)
Lihat Juga :