Warga Kompleks Kodam Jaya Kalideres Tolak Penggusuran
Senin, 13 Januari 2025 - 18:54 WIB
loading...
Ratusan warga Kompleks TNI AD Kodam Jaya, Kalideres, Jakarta Barat menggelar unjuk rasa menentang rencana penggusuran rumah mereka. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Ratusan warga Kompleks TNI AD Kodam Jaya , Kalideres, Jakarta Barat menggelar unjuk rasa menentang rencana penggusuran rumah mereka. Aksi ini dimulai dengan penutupan Jalan Daan Mogot KM 17 dan pintu masuk kompleks sebagai bentuk protes.
Demonstran yang mengenakan pakaian serba putih dengan pita hitam di tangan kiri menunjukkan sikap tegas menolak penggusuran. Aksi ini melibatkan warga dari berbagai kalangan mulai dari orang tua, pemuda, hingga ibu-ibu rumah tangga. Mereka berorasi dan sesekali mengalunkan lagu-lagu perjuangan yang mengenang jasa para pahlawan.
Baca juga: Tolak Penggusuran, Warga Taman Duren Sawit: Kami Punya Sertifikat Tanah dan IMB
Koordinator Aksi Bryan Ghautama mengatakan, perumahan yang mereka huni bukanlah rumah dinas atau rumah ksatrian. Warga telah tinggal di kompleks tersebut sejak tahun 1973 setelah dipindahkan dari Harmoni, Jakarta Pusat.
Banyak di antara mereka yang merupakan anak-anak tentara yang orang tuanya telah berjuang untuk negara. Selama ini, mereka membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahun dan merasa berhak mendapatkan perlakuan adil dan manusiawi dari pemerintah.
Demonstran yang mengenakan pakaian serba putih dengan pita hitam di tangan kiri menunjukkan sikap tegas menolak penggusuran. Aksi ini melibatkan warga dari berbagai kalangan mulai dari orang tua, pemuda, hingga ibu-ibu rumah tangga. Mereka berorasi dan sesekali mengalunkan lagu-lagu perjuangan yang mengenang jasa para pahlawan.
Baca juga: Tolak Penggusuran, Warga Taman Duren Sawit: Kami Punya Sertifikat Tanah dan IMB
Koordinator Aksi Bryan Ghautama mengatakan, perumahan yang mereka huni bukanlah rumah dinas atau rumah ksatrian. Warga telah tinggal di kompleks tersebut sejak tahun 1973 setelah dipindahkan dari Harmoni, Jakarta Pusat.
Banyak di antara mereka yang merupakan anak-anak tentara yang orang tuanya telah berjuang untuk negara. Selama ini, mereka membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahun dan merasa berhak mendapatkan perlakuan adil dan manusiawi dari pemerintah.
Lihat Juga :