Hidup Miskin Bersama Nenek, 2 dari 4 Anak Yatim di Sidimpuan Putus Sekolah
Sabtu, 02 Mei 2020 - 21:08 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau nenek tidak kerja, kami akan kelaparan,” ujar Intan kepada SINDOnews ketika ditemui di rumahnya. Diceritakannya, Iqbal dan Ridho berhenti sekolah sejak kelas III SD. Bedanya, Iqbal berhenti jauh sebelum orangtua perempuan meninggal. Sedangkan Ridho, berhenti sekolah setelah orangtua perempuan mereka meninggal.
“Ketika ibu masih hidup, abang saya (Ridho) sekolah, setelah ibu meninggal, dia ikut berhenti karena kasihan melihat nenek yang bekerja sendiri,”ujarnya. Diantara tiga orang saudaranya, Intan masih beruntung. Sebab, dia masih bisa sekolah.
Tekat yang kuat untuk meraih cita-cita membuat Intan harus sekolah. Setiap hari, dia rela berjalan kaki untuk sampai ke sekolah. Sadar dengan kemampuan keluarga, Intan tidak banyak permintaan terhadap neneknya.”Asal bisa sekolah, sudah syukur,”ujar Intan.
Beberapa hari sebelumnya, KAHMI dan FORHATI Padangsidimpuan, sudah berkunjung ke rumah ke empat anak yatim tersebut. Bahkan, SINDOnews mendapatkan informasi dari postingan mereka di media sosial.
“Ketika ibu masih hidup, abang saya (Ridho) sekolah, setelah ibu meninggal, dia ikut berhenti karena kasihan melihat nenek yang bekerja sendiri,”ujarnya. Diantara tiga orang saudaranya, Intan masih beruntung. Sebab, dia masih bisa sekolah.
Tekat yang kuat untuk meraih cita-cita membuat Intan harus sekolah. Setiap hari, dia rela berjalan kaki untuk sampai ke sekolah. Sadar dengan kemampuan keluarga, Intan tidak banyak permintaan terhadap neneknya.”Asal bisa sekolah, sudah syukur,”ujar Intan.
Beberapa hari sebelumnya, KAHMI dan FORHATI Padangsidimpuan, sudah berkunjung ke rumah ke empat anak yatim tersebut. Bahkan, SINDOnews mendapatkan informasi dari postingan mereka di media sosial.
(nfl)
Lihat Juga :