Rekonstruksi Penembakan Gamma, Aipda Robig Terbukti Tak dalam Posisi Terancam

Senin, 30 Desember 2024 - 20:59 WIB
loading...
Rekonstruksi Penembakan...
Aipda Robig Zaenudin (38) anggota Satuan Resnarkoba Polrestabes Semarang tersangka penembakan Gamma Rizkynata Oktafandy (17) siswa SMKN4 Semarang menjalani rekonstruksi. Foto/SINDOnews/eka setiawan
A A A
SEMARANG - Aipda Robig Zaenudin (38) anggota Satuan Resnarkoba Polrestabes Semarang tersangka penembakan Gamma Rizkynata Oktafandy (17) siswa SMKN4 Semarang hingga tewas terbukti tidak dalam posisi terancam saat mengumbar tembakan di Jalan Candi Penataran Raya, tepatnya di depan Alfamart, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Tak hanya itu, Gamma yang saat itu tengah berboncengan dengan 2 orang lain; M dan D, menaiki sepeda motor Honda Vario warna merah, juga tidak membawa senjata tajam. Hal itu terungkap saat proses rekonstruksi kasus tersebut, Senin (30/12/2024) di TKP, sore hari.

“Jadi Aipda R (Robig) memang sudah terbukti itu excessive action, perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan, perbuatan yang berlebihan, tidak perlu ditembakkan ke anak-anak tersebut,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto usai rekonstruksi di TKP.

Baca juga: Keluarga Datangi Lokasi Gamma Ditembak Aipda Robig di Jalan Candi Penataran Semarang

“Walaupun anak-anak itu dikira begal ya, karena tidak membahayakan bagi Aipda R, ya ini koreksi buat yang bersangkutan,” sambung Artanto.

Saat rekonstruksi di Jalan Candi Penataran Raya itu, Aipda Robig awalnya dalam kondisi terborgol, memakai setelan baju tahanan warna biru bertuliskan Dit Tahti Polda Jateng. Dengan tetap mendapatkan pendampingan pengamanan dari Provost, Robig dilepas borgolnya dan memulai adegan rekonstruksi.

Baca juga: Aipda Robig Tahanan Pidana, Polisi Gelar Rekonstruksi Penembakan di Jalan Candi Penataran Raya

Di situ terlihat, Robig berkendara ke arah wilayah kota, dari selatan ke utara, menaiki sepeda motor matic jenis NMax warna biru nomor polisi H 3298 JG. Dari arah berlawanan, melaju 3 sepeda motor matic. Motor pertama ditumpangi 3 orang, Gamma di tengah. Motor kedua dan ketiga ditumpangi 2 orang. Semuanya diumbar tembakan oleh Robig.

Robig sebelum menembaki mereka juga terlihat memutar sepeda motornya yang awalnya di tepi jalan, ke tengah. Dia lalu turun dari sepeda motor, mengeluarkan pistol dari pinggang dan menembaki. Saat rekonstruksi, Robig mengaku melepaskan tembakan peringatan pertama, baru menembaki anak-anak tadi dari jarak dekat.

Kombes Artanto menambahkan, anak-anak tersebut terlibat saling kejar dengan kelompok lain setelah sebelumnya bertemu untuk perkelahian. “Tapi perkelahian antar-kelompok itu tidak jadi, karena salah satu kelompok bawa sajam atau celurit, akhirnya mereka kembali ke motor, bukan bubar namun mengambil senjata tajam masing-masing dan terjadi aksi kejar sepeda motor,” lanjut Artanto.

Saat sampai di lokasi, sebut Artanto, di situlah mereka berpapasan dengan Aipda Robig. “Yang mengejar balik kanan, di situlah peristiwa penembakan terjadi,” kata Artanto.

Rekonstruksi itu dilakukan sedari pagi, ada sekira 6 lokasi. Mulai dari titik kumpul di beberapa tempat, dua kelompok bertemu hingga saling kejar dan terjadi penembakan. Totalnya ada 42 adegan.

Warga di sekitar Jalan Candi Penataran tampak berkerumun mendekat lokasi rekonstruksi. Beberapa dari mereka, terdengar menyoraki Aipda Robig. Tampak di beberapa adegan ada saling klaim posisi yang benar, antara korban, saksi dan tersangka. Jaksa penuntut umum dari Kejati Jateng juga ada di lokasi rekontruksi, selain pengacara dan keluarga korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio menjelaskan pihaknya sudah mengantongi bukti forensik CCTV, hingga jejak digital di ponsel-ponsel mereka yang terlibat di sana.

“Ada perbedaan saksi dan tersangka (kronologi), itu sah-sah saja, kami didukung bukti forensik CCTV dan jejak digital, nanti terlihat mana yang sesuai dengan faktanya ya,” kata Kombes Dwi yang juga memimpin langsung rekonstruksi.

Insiden penembakan itu diketahui terjadi pada Minggu, 24 November 2024 dini hari. Aipda Robig mengumbar 4 kali tembakan, melukai 2 anak dan menewaskan 1 anak.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Satgas Operasi Damai...
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Tangkap KKB Penembak Warga Sipil
Biadab, OPM Tembak Mati...
Biadab, OPM Tembak Mati ASN di Yahukimo Papua
Menteri HAM: 15 Korban...
Menteri HAM: 15 Korban Tewas dalam Insiden Penembakan di Distrik Kembru, Anak-anak Jadi Korban
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Penembakan di Grasberg...
Penembakan di Grasberg Papua Tengah, Satu Karyawan Freeport Jadi Korban
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Aneh tapi Nyata, Anjing...
Aneh tapi Nyata, Anjing Menembak Seorang Wanita di AS
Siapa Nasire Best? Tersangka...
Siapa Nasire Best? Tersangka Penyerangan Gedung Putih yang Mengaku sebagai Yesus Kristus
Rekomendasi
Hasil Prancis vs Senegal:...
Hasil Prancis vs Senegal: Skor 3-1, Dendam 2002 Lunas
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved