Polisi Bakal Periksa Pemilik Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Pandaan Malang
Rabu, 25 Desember 2024 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, adanya temuan kebocoran pada silinder rem, karena ada minyak rem yang seharusnya perlu diganti. Hal ini terindikasi darı air tangki yang kosong, yang memengaruhi fungsi hand brake sehingga melemah. Ini yang membuat akhirnya rem tangan atau handrem di truk itu tidak berfungsi saat kendaraan
"Kondisi hand brake pada saat dilakukan pemeriksaan oleh teknisi Mitsubishi daya tariknya setelah 15 klik, sedangkan di kondisi yang baik itu seharusnya berkisar antara 10 klik. kemudian dilakukan," terangnya.
"Pemeriksaan kondisi truk tronton mengalami overhead karena diduga ada kebocoran di bagian cooling sistem kendaraan ini relate atau nyambung dengan kondisi temperatur air dan radiator, yang hampir tidak pernah dilakukan pengecekan rutin kurun waktu 6 - 7 bulan terakhir," tambahnya.
Menariknya keluhan - keluhan dari sopir itu sudah disampaikan ke pemilik kendaraan, dalam hal ini supervisor sebuah perusahaan pengiriman logistik yang memiliki truk itu. Tapi dari keluhan itu ternyata belum ada tindak lanjut, hingga akhirnya terjadi kecelakaan maut karena faktor overheat dan kurang berfungsinya rem tangan.
"Saudara Sigit sudah menyampaikan kepada pemilik kendaraan truk tentang kondisi yang ada di truk tersebut. Namun pengakuan yang bersangkutan tidak ada respon dari pihak pemilik truk," tuturnya.
Pihaknya akan memeriksa pemilik kendaraan dalam hal ini supervisor perusahaan penyedia layanan ekspedisi, untuk memastikan kendaraan yang digunakan mengangkut barang ini layak jalan atau tidak, karena berdasarkan pemeriksaan daftar pengecekan ada beberapa permasalahan pada truk.
"Nanti penetapan tersangka (baru) berdasarkan gelar perkara dan bukti-bukti yang ada, (bertambah tersangka) Memungkinkan, pemilik truk patuhi saja proses hukum yang ada. Pihak PT kooperatif, mudah-mudahan seterusnya kooperatif dalam proses penyelidikan, sedang kita panggil baru dapat namanya tadi setelah gelar perkara," pungkasnya.
"Kondisi hand brake pada saat dilakukan pemeriksaan oleh teknisi Mitsubishi daya tariknya setelah 15 klik, sedangkan di kondisi yang baik itu seharusnya berkisar antara 10 klik. kemudian dilakukan," terangnya.
"Pemeriksaan kondisi truk tronton mengalami overhead karena diduga ada kebocoran di bagian cooling sistem kendaraan ini relate atau nyambung dengan kondisi temperatur air dan radiator, yang hampir tidak pernah dilakukan pengecekan rutin kurun waktu 6 - 7 bulan terakhir," tambahnya.
Menariknya keluhan - keluhan dari sopir itu sudah disampaikan ke pemilik kendaraan, dalam hal ini supervisor sebuah perusahaan pengiriman logistik yang memiliki truk itu. Tapi dari keluhan itu ternyata belum ada tindak lanjut, hingga akhirnya terjadi kecelakaan maut karena faktor overheat dan kurang berfungsinya rem tangan.
"Saudara Sigit sudah menyampaikan kepada pemilik kendaraan truk tentang kondisi yang ada di truk tersebut. Namun pengakuan yang bersangkutan tidak ada respon dari pihak pemilik truk," tuturnya.
Pihaknya akan memeriksa pemilik kendaraan dalam hal ini supervisor perusahaan penyedia layanan ekspedisi, untuk memastikan kendaraan yang digunakan mengangkut barang ini layak jalan atau tidak, karena berdasarkan pemeriksaan daftar pengecekan ada beberapa permasalahan pada truk.
"Nanti penetapan tersangka (baru) berdasarkan gelar perkara dan bukti-bukti yang ada, (bertambah tersangka) Memungkinkan, pemilik truk patuhi saja proses hukum yang ada. Pihak PT kooperatif, mudah-mudahan seterusnya kooperatif dalam proses penyelidikan, sedang kita panggil baru dapat namanya tadi setelah gelar perkara," pungkasnya.
Lihat Juga :