Mayoritas 8 Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Malang Patah Tulang
Selasa, 24 Desember 2024 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Darı 8 pasien itu, lima pasien disebut berpotensi dilakukan operasi mulai darı operasi ortopedi pada pangkal tulang paha, patah tulang kaki, patah tulang tengkorak di wajah. Penanganan seluruh pasien itu dikoordinasikan dengan satuan kerja (satker) di RSSA Malang, dari lintas keilmuan kedokteran.
"Pasien akan dikerjakan walaupun hari libur karna urgen. Proses pelaksanaan di rumah sakit mengutamakan mana yang prioritas dan kita tangani, meskipun tanpa keluarga yang mendampingi," katanya.
Pihaknya sudah berhasil memintai persetujuan pihak sekolah dan keluarga, melalui sambungan video untuk memastikan dan menjelaskan, kondisi para korban yang dirawat di RSSA Malang, dengan luka serius.
Baca juga: Detik-detik Truk Mundur Tabrak Bus Pariwisata di Tol Pandaan Akibatkan 4 Orang Tewas
"Hari ini belum ada operasi lanjutan karena nunggu kedatangan keluarga inti. Untuk kondisi nggk stabil kami lakukan persetujuan dengan video call. Pak Ustadz A orang tua di banten hari ini akan sampai," tuturnya.
Di sisi lain Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Komaruddin menyebut, saat kejadian mayoritas penumpang bus, termasuk di bagian depan bus memang dalam keadaan tertidur. Hal ini membuat efek kejut dan trauma bagi korban yang selamat meski dengan luka-luka.
"Pasien akan dikerjakan walaupun hari libur karna urgen. Proses pelaksanaan di rumah sakit mengutamakan mana yang prioritas dan kita tangani, meskipun tanpa keluarga yang mendampingi," katanya.
Pihaknya sudah berhasil memintai persetujuan pihak sekolah dan keluarga, melalui sambungan video untuk memastikan dan menjelaskan, kondisi para korban yang dirawat di RSSA Malang, dengan luka serius.
Baca juga: Detik-detik Truk Mundur Tabrak Bus Pariwisata di Tol Pandaan Akibatkan 4 Orang Tewas
"Hari ini belum ada operasi lanjutan karena nunggu kedatangan keluarga inti. Untuk kondisi nggk stabil kami lakukan persetujuan dengan video call. Pak Ustadz A orang tua di banten hari ini akan sampai," tuturnya.
Di sisi lain Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Komaruddin menyebut, saat kejadian mayoritas penumpang bus, termasuk di bagian depan bus memang dalam keadaan tertidur. Hal ini membuat efek kejut dan trauma bagi korban yang selamat meski dengan luka-luka.
Lihat Juga :