Polisi Peringatkan Jangan Ada Lagi Joki Jalur Alternatif Puncak Getok Harga

Minggu, 22 Desember 2024 - 15:12 WIB
loading...
Polisi Peringatkan Jangan...
Polisi memperingatkan jangan ada lagi joki jalur alternatif Puncak, Kabupaten Bogor yang melakukan getok harga kepada pengendara. Foto/Tangkapan layar
A A A
BOGOR - Polisi memperingatkan jangan ada lagi joki jalur alternatif Puncak , Kabupaten Bogor yang melakukan getok harga kepada pengendara. Joki yang melakukan getok harga kepada pengendara berinisial CN sudah dipulangkan polisi.

CN alias Bokep diminta wajib lapor. "Minimal sering datang ke kantor polisi wajib lapor. Kita pantau dia, agar tidak mengulangi hal-hal seperti itu," kata Kapolsek Cisarua Kompol Eddy Santosa dikonfirmasi, Minggu (22/12/2024).

Sejauh ini pihak korban tidak membuat laporan polisi dan sudah memberikan pernyataan telah memaafkan sang joki. Begitu juga CN yang sudah menyampaikan permintaan maaf.

Baca juga: Kronologi Joki Jalur Alternatif Puncak Bogor Getok Pengendara Mobil Rp850 Ribu



"Karena kan korbannya enggak ada (dateng ke Polsek), kemudian memberikan statement di TikTok, dia mengikhlaskan begitu, ya kita enggak bisa berbuat apa-apa, kalau dia lapor kita proses. Walaupun tidak laporan kami tetep gercep melakukan pencarian dan sudah dapet kemarin, kerja sama antara Polsek Megamendung dan Cisarua," ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau kepada para joki yang menawarkan jasa pengantaran jalur alternatif untuk tidak melakukan perbuatan getok harga. Apabila di kemudian hari terdapat laporan polisi maka akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

"Kita lakukan pembinaan dengan tegas, kita sampaikan juga ke bersangkutan dan temen-temennya jangan ada yang lakuin lagi. Kalau ada sampai yang laporan segala macem, kita tidak pandang bulu (menindak tegas)," tegasnya.

Tak lupa, pihaknya juga mengimbau kepada pengguna Jalur Puncak lebih baik tidak menggunakan jasa joki jalur alternatif. Karena, dikhawatirkan ada yang memanfaat momen-momen tersebut.

"Ikuti semua peraturan yang ada, kalau memang ada kebijakan one way ikuti, jangan pengen cepet-cepet akhirnya ada yang memanfaatkan," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
KPK Ungkap Silmy Karim...
KPK Ungkap Silmy Karim Masih Terima Aliran Uang Hasil Pemerasan saat Jabat Wamen Imipas
Rekomendasi
Biaya Pernikahan Jennifer...
Biaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Berita Terkini
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved