Besok Siang, PDIP Umumkan Paslon untuk Pilwali Surabaya
Selasa, 01 September 2020 - 12:30 WIB
loading...
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - PDIP menempatkan Kota Surabaya sebagai panggung politik utama setelah Jakarta. Surabaya tidak hanya kota terbesar kedua Indonesia. Oleh partai berlambang banteng moncong putih tersebut, Surabaya dianggap telah menjadi best practices kota sederet prestasi.
“Surabaya sangat layak ditempatkan sebagai puncak pengumuman calon kepala daerah dan wakil kepala daerah PDIP. Di kota inilah semangat nasionalisme dan patriotisme tumbuh subur. Di kota inilah semangat hubbul wathon minal iman berkumandang menghalau bala tentara Sekutu," kata Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Selasa (1/9/2020).
(Baca juga: Terus Bertambah, 622 Santri Pesantren Darussalam Positif COVID-19 )
Atas dasar semangat perjuangan di atas, PDIP meyakini rakyat Surabaya memiliki semangat juang menjaga kotanya. Sehingga tidak jatuh ke tangan mereka yang ingin merombak tata keindahan kota, hanya karena daya gerak kekuatan modal.
“Bagaikan Pasukan Sekutu yang mencoba merampas kedaulatan NKRI dengan NICA dibelakangnya, kini pun ada kekuatan tersembunyi yang mencoba hadir dengan ‘meriam kapitalnya’ untuk merebut Surabaya. Pertimbangan mereka murni kekuasaan dan kapital," ujar Hasto
“Surabaya sangat layak ditempatkan sebagai puncak pengumuman calon kepala daerah dan wakil kepala daerah PDIP. Di kota inilah semangat nasionalisme dan patriotisme tumbuh subur. Di kota inilah semangat hubbul wathon minal iman berkumandang menghalau bala tentara Sekutu," kata Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Selasa (1/9/2020).
(Baca juga: Terus Bertambah, 622 Santri Pesantren Darussalam Positif COVID-19 )
Atas dasar semangat perjuangan di atas, PDIP meyakini rakyat Surabaya memiliki semangat juang menjaga kotanya. Sehingga tidak jatuh ke tangan mereka yang ingin merombak tata keindahan kota, hanya karena daya gerak kekuatan modal.
“Bagaikan Pasukan Sekutu yang mencoba merampas kedaulatan NKRI dengan NICA dibelakangnya, kini pun ada kekuatan tersembunyi yang mencoba hadir dengan ‘meriam kapitalnya’ untuk merebut Surabaya. Pertimbangan mereka murni kekuasaan dan kapital," ujar Hasto
Lihat Juga :