Kapolda Metro Jaya Tegaskan Judi Online Ancaman bagi Masyarakat
Sabtu, 14 Desember 2024 - 18:33 WIB
loading...
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto menyebut judi online (judol) sudah menjadi ancaman bagi masyarakat. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto menyebut judi online (judol) sudah menjadi ancaman bagi masyarakat. Sebab dampaknya sangat merugikan para pemain dan hanya menguntungkan bandar.
Kapolda meminta masyarakat perlu menyadari bahaya judi online yang tidak memberikan keuntungan apa pun kepada pemain. “Yang lebih penting sebenarnya adanya sebuah pemahaman, kesadaran bagi kita, masyarakat enggak usah ikut main judi. Karena cuma menguntungkan bandar, bagi kita rugi,” ujar Karyoto, Sabtu (14/12/2024).
Karyoto juga mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran judi online yang dapat menyedot keuangan masyarakat. “Top up buat beli Go Jek makanan, okelah. Kalau top up buat judol ini sangat cepat sekali habisnya. Dan hidup bukan gambling,” tegasnya.
Baca juga: Makin Sulit Dikenali, Kemkomdigi Imbau Masyarakat Waspada Modus Judi Online di Media Sosial
Senada, Pengamat Kebijakan Publik Achmad Nur Hidayat, menyebut judi online memberikan keuntungan besar bagi segelintir bandar, sementara masyarakat luas menanggung dampaknya.
“Keuntungan besar dari aktivitas ini hanya dinikmati oleh segelintir pihak, yaitu para bandar yang belum ada satu pun ditahan aparat penegak hukum. Sementara itu, dampak negatifnya meluas ke masyarakat,” kata Achmad.
Baca juga: Fantastis! Perputaran Uang Judi Online di Indonesia Tembeus Rp283 Triliun
Kapolda meminta masyarakat perlu menyadari bahaya judi online yang tidak memberikan keuntungan apa pun kepada pemain. “Yang lebih penting sebenarnya adanya sebuah pemahaman, kesadaran bagi kita, masyarakat enggak usah ikut main judi. Karena cuma menguntungkan bandar, bagi kita rugi,” ujar Karyoto, Sabtu (14/12/2024).
Karyoto juga mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran judi online yang dapat menyedot keuangan masyarakat. “Top up buat beli Go Jek makanan, okelah. Kalau top up buat judol ini sangat cepat sekali habisnya. Dan hidup bukan gambling,” tegasnya.
Baca juga: Makin Sulit Dikenali, Kemkomdigi Imbau Masyarakat Waspada Modus Judi Online di Media Sosial
Senada, Pengamat Kebijakan Publik Achmad Nur Hidayat, menyebut judi online memberikan keuntungan besar bagi segelintir bandar, sementara masyarakat luas menanggung dampaknya.
“Keuntungan besar dari aktivitas ini hanya dinikmati oleh segelintir pihak, yaitu para bandar yang belum ada satu pun ditahan aparat penegak hukum. Sementara itu, dampak negatifnya meluas ke masyarakat,” kata Achmad.
Baca juga: Fantastis! Perputaran Uang Judi Online di Indonesia Tembeus Rp283 Triliun
Lihat Juga :