Golput di Pilkada Jakarta Tinggi, Pengamat: Potensi 2 Putaran Realistis
Rabu, 11 Desember 2024 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
“Karena memang potensi dua putaran itu lebih realistis mengingat tadi tingkat potensi golputnya juga tinggi, artinya kan itu terkait dengan C6 ya jadi banyak warga DKI Jakarta itu yang enggak menerima surat panggilan untuk mencoblos,” kata Igor saat dihubungi wartawan, Selasa (10/12/2024).
“Itu kan menunjukkan bahwa kalau tingkat partisipasi politiknya rendah walaupun itu diperbolehkan tetapi itu menunjukkan bahwa pelaksanaan pilkada di DKI Jakarta itu bermasalah,” sambungnya.
Baca juga: Tim Ridwan Kamil-Suswono Sudah 97 Persen Siapkan Gugatan ke MK
Dia pun mengungkapkan sejumlah fakta dugaan kecurangan yang terjadi di Pilkada Jakarta. Contohnya, ada kasus 19 surat suara milik Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) yang dicoblos oleh Ketua KPPS 028, Pinang Ranti, Jakarta Timur.
“Seperti misalnya yang di daerah saya itu ya ada di Pinang Ranti, Jakarta Timur lalu di Kepulauan Seribu, belum lagi adanya bukti ya bahwa terjadi misalnya pembagian sembako untuk mempengaruhi preferensi pemilih. Misalnya meliputi beras, minyak goreng, bahkan amplop yang berisi uang dan itu diduga memang dibagikan kepada warga Jakarta secara masif di masa tenang,” tuturnya.
“Itu kan menunjukkan bahwa kalau tingkat partisipasi politiknya rendah walaupun itu diperbolehkan tetapi itu menunjukkan bahwa pelaksanaan pilkada di DKI Jakarta itu bermasalah,” sambungnya.
Baca juga: Tim Ridwan Kamil-Suswono Sudah 97 Persen Siapkan Gugatan ke MK
Dia pun mengungkapkan sejumlah fakta dugaan kecurangan yang terjadi di Pilkada Jakarta. Contohnya, ada kasus 19 surat suara milik Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) yang dicoblos oleh Ketua KPPS 028, Pinang Ranti, Jakarta Timur.
“Seperti misalnya yang di daerah saya itu ya ada di Pinang Ranti, Jakarta Timur lalu di Kepulauan Seribu, belum lagi adanya bukti ya bahwa terjadi misalnya pembagian sembako untuk mempengaruhi preferensi pemilih. Misalnya meliputi beras, minyak goreng, bahkan amplop yang berisi uang dan itu diduga memang dibagikan kepada warga Jakarta secara masif di masa tenang,” tuturnya.
Lihat Juga :