Penumpang di Bandara Kualanamu Diprediksi Meningkat saat Nataru, Imigrasi Medan Lakukan Ini
Selasa, 10 Desember 2024 - 23:29 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengantisipasi adanya calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, kata Sofyan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Kementerian Ketenagakerjaan.
![Penumpang di Bandara Kualanamu Diprediksi Meningkat saat Nataru, Imigrasi Medan Lakukan Ini]()
Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Kualanamu Medan Sofyan Martono Wibowo. Foto/Dzikry Subhanie
"Kita selalu berkoordinasi terkait dengan persyaratan administrasinya. Ketika ada kita temukan warga negara Indonesia yang akan bekerja dan kurang administrasi atau kurang dokumen yang harus dilengkapi, kita selalu mengarahkan calon penumpang ke instansi terkait tersebut," ujarnya.
Sofyan menambahkan, kasus terakhir pada awal November 2024 pihaknya berkolaborasi dengan pihak Polda Sumut dan Polres Deli Serdang. "Kita bisa mengungkap praktik-praktik Pekerja Migran Indonesia ilegal yang tidak memiliki dokumen lengkap dan langsung kita serahkan kepada pihak terkait," katanya.
Total korban, lanjut Sofyan, ada tiga orang. Selain itu, dugaan yang mengantar dua orang. "Namun, kalau untuk WNI yang kita tunda, dari Januari sampai November kita sudah menunda kurang lebih 2.000 orang untuk berangkat. Tujuannya ke Malaysia dan Singapura," pungkasnya.

Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Kualanamu Medan Sofyan Martono Wibowo. Foto/Dzikry Subhanie
"Kita selalu berkoordinasi terkait dengan persyaratan administrasinya. Ketika ada kita temukan warga negara Indonesia yang akan bekerja dan kurang administrasi atau kurang dokumen yang harus dilengkapi, kita selalu mengarahkan calon penumpang ke instansi terkait tersebut," ujarnya.
Sofyan menambahkan, kasus terakhir pada awal November 2024 pihaknya berkolaborasi dengan pihak Polda Sumut dan Polres Deli Serdang. "Kita bisa mengungkap praktik-praktik Pekerja Migran Indonesia ilegal yang tidak memiliki dokumen lengkap dan langsung kita serahkan kepada pihak terkait," katanya.
Total korban, lanjut Sofyan, ada tiga orang. Selain itu, dugaan yang mengantar dua orang. "Namun, kalau untuk WNI yang kita tunda, dari Januari sampai November kita sudah menunda kurang lebih 2.000 orang untuk berangkat. Tujuannya ke Malaysia dan Singapura," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :